Skip to main content

Entri yang Diunggulkan

Cara Mengatur Keuangan Pribadi untuk Pemula

  Mengatur keuangan pribadi itu penting banget, apalagi buat kita yang baru mulai belajar cari uang sendiri. Biar nggak boros dan bisa punya tabungan, yuk simak tips berikut ini! 1. Catat Semua Pemasukan dan Pengeluaran Ini langkah pertama yang wajib kamu lakukan. Catat semua uang yang masuk dan keluar, sekecil apapun itu. Kamu bisa pakai aplikasi keuangan di smartphone atau buku catatan biasa. Dengan mencatat, kamu jadi tahu kemana aja uangmu pergi setiap bulan. Contoh: Pemasukan: Gaji bulanan, uang jajan dari orang tua, hasil freelance. Pengeluaran: Makan sehari-hari, transportasi, hiburan, belanja online. 2. Buat Anggaran Bulanan Setelah tahu pengeluaranmu, buat anggaran bulanan. Alokasikan uangmu untuk kebutuhan pokok, tabungan, dan hiburan. Usahakan untuk disiplin mengikuti anggaran yang sudah dibuat. Contoh: 50% untuk kebutuhan pokok (makan, transportasi, tempat tinggal) 30% untuk keinginan (hiburan, belanja) 20% untuk tabungan dan investasi 3. Prioritaskan Kebutuhan daripada...

KONSEP SAYANG PADA SESEORANG

Oleh: Dude

Ok para pembaca yang beriman jika dalam postingan sebelumnya kita bahas mengenai konsep menghargai dan telah kita tuntaskan bagaimana dan seperti apa menghargai itu sendiri. Dalam postingan ini penulis akan sharing bagiamana kata sayang itu di tempatkan dan sudah benar tidak kata sayang itu di lekatkan baik itu untuk keluarga kita, pasangan, adik, kaka, ponakan dan orang lain.

Sayang merupakan kata yang paling halus dalam dunia sosial, kata yang paling memuliaakan seseorang, kata yang kita jadikan sebagai bentuk perlindungan untuk seseorang yang dekat dengan kita karena begitu tidak inginnya kita agar tidak terjadi hal-hal yang melanggar ketentuan ilahi dan norma-norma sosial. Tapi pertanyaan besarnya yang perlu dijawab dalam hati kecilnya adalah proses dan konsep menyayangimu kepada seseorang sudah memang benar? Apakah konsep menyayangimu adalah bagian dari cara untuk memberikan nasehat yang baik kepada seseorang atau jangan – jangan kamu hanyalah orang yang tidak suka kepada seseorang sehingga mengatasnamakan sayang untuk orang terdekat kita agar tidak terjadi apa-apa, padahal perbuatan itu membuat seseorang merasa tertekan, di kekang, tidak di berikan ruang untuk berekspresi.

Hal-hal diatas adalah sebuah masalah yang juga perlu di berikan solusi agar orang-orang yang ia anggap penting dalam kehidupannya tidak serta-merta beredalil ia sayang, ia tidak ingin terjadi apa-apa sehingga minim dan rendahnya pengetahuan membuat ia menindas orang lain…Miris jika hal itu terjadi…

“Saya Bilang Begini Karena Saya Sayang”

Di dalam kehidupan kalimat diatas sering di dengar atau bahkan anda adalah orang yang pernah melakukannya. Biasanya kalimat diatas adalah bentuk larangan kepada seseorang yang dekat dengan kita atau membatasi langkah seseorang agar ia tidak banyak melakukan ekspresi kepada seseorang yang bisa jadi karena kebenciannya sudah ditanamkan kepada orang lain. Dan hal diatas juga biasanya akan di sampaikan kepada orang yang di bawah usianya baik itu adik, junior dalam komunitas.

Bagaimana mungkin seseorang membatasi langkah seseorang hanya karena kerakusan, dan kezholliman dirinya agar selalu di ikuti kemauannya . jika dalam postingan sebelumnya adalah puncak tertinggi dari mengahargai adalah pemberian kebebesan penuh kepada seseorang maka menyayangi seseorang juga pun harus demikian,,, bagaimana bisa seperti itu?

Mengenal dan memahami kata sayang”

Kita mungkin akan sepakat sayang itu akan selalu di lekatkan orang dibawah usia kita apalagi orang yang memang mereka yang mengalir Sebagian darah kita. Tapi apakah kita telah sadar bahwa semua orang bisa melakukan hal yang sama ? banyak jenis seseorang mengekspresikan rasa sayangnya kepada seseorang misalnya saja.

Contoh ke-satu :

Ada orang yang merasa pintar dengan segala pengalaman dan usia yang di milikinya sehingga di jadikan sebagai kiblat untuk dirinya sendiri. Ia tidak menginginkan dan tidak suka bahkan benci jika orang yang ia anggap sayang dekat dengan si A dan si B atau dengan si C dan si D, ia tidak menginginkan kedekatannya menjadi bahan pembicaraan kepada khalayak. Sehingga karena ketidakdewasaannya ia marah-marah sampai mengancam, mencari- cari kesalahan orang agar ia bisa menang, karena jelas malu dong jika di kalahkan sama orang di bawah usianya. Padahal dalam lingkup akademisi hal itu harus di apresiasi karena pengetahuan yang di miliki cukup bagus darinya.

Contoh ke-dua :

 Ada orang yang tidak suka adiknya atau juniornya dalam satu Lembaga jika melakukan aktivitas merokok karena di larang agama seseuai dengan pemahama dalil yang di temukan, karena tinggal di lingkungan ormas yang juga melarang bahwa hukum rokok adalah haram. Sehingga hal tersebut di jadikan sebagai landasan untuk mencegah dengan dasar sayang karena rokok dapat merusak paru-paru dan berakibat buruk pada kesehatan.

Contoh ke-tiga :

Ada orang tua yang memilik anak kurang lebih 2 tahun. Orang tua di kenal dengan sosok yang lemah lembut dan penuh dengan kasih sayangnya. Ia tidak menginginkan anaknya bermain di jalan atau memegang barang-barang tajam bahkan marah besar jika anakanya seusia itu akan manjat kelapa,,wkwkwk,,wkwkwk,,wkwkwk… tentu hal itu sebuah tindakan yang benar sebab tidak ada di dunia ini menginginkan anaknya terjadi apa-apa apalagi sampai mebahayakan keselamatannya. Singkatnya karena larangan tersebut adalah dalil bahwa ia sayang dengan anaknya sehingga larangan tersebut di berikan kepada anaknya.

Dari ketiga contoh tersebut apakah pembaca sudah bisa mengetahui benar salahnya atau semua benar semua? Penulis akan membahas contoh pertama sebab sebelum ada angka dua satu terlebih dahulu yang mengawali.

Dalam kasus pertama menceritakan bahwa kakaknya tidak suka dengan Si A,B,C,D untuk dekat dengan adiknya apalagi keseringannya. Mungkin sangat sedikit orang yang bisa adil dalam melihat kasus di atas. Kejadian itu biasanya terjadi di pelosok-pelosok desa yang minim dengan Pendidikan tapi hal tersebut tidak pernah di salahkan, mirisnya adalah jika ia berpendidikan tapi sikapnya seperti itu, bagi penulis itu merupakan hal yang tidak wajar dan perlu di pertanyakan.

Bagi penulis kata di atas tidak relevan dengan zamannya. Bagaimana mungkin ia merasa diri sudah tau segalanya hanya dengan tolak ukur ia lebih dulu menginjakan kaki di bumi, hanya karena ia memiliki usia diatas dari adiknya lantas bersikap sesuatu yang tidak tepat. Problem diatas bukanlah hal yang sederhana dan simple. Kenapa dilihat tidak relevan karena beberapa point. Pertama di lihat dari sudut usia. Orang yang memiliki usia diatas bukanlah suatu jaminan mutlak bahwa ia adalah orang yang tau segalanya, orang yang memiliki Pendidikan S1 atau S2, S3 pun bukan menjadi tolak ukur bahwa ia sudah tau segalanya dan sifat-sifat terpuji ada pada dirinya hanya karena berdalil status pendidikannya. Ia tidak sadar bahwa di Indonesia itu bukan kekurangan orang pintar tapi kekurangan orang jujur, di Indonesia banyaknya yang korupsi bukan karena mereka yang tidak menginjak perguruan tinggi melainkan pelaku dari itu semua adalah mereka yang berijazah S1,S2,S3 walaupun juga tidak semua, tapi hal itu menunjukan semua akan baik-baik saja seperti yang telah di bahas di atas. Bukan berarti ia lebih dulu menginjakan kaki di bumi lantas menjadikan dirinya merasa lebih tau,mengkultuskan dirinya sendiri. Ia tidak sadar bahwa iblis tidak akan di katakan iblis seperti yang di ketahui orang sekarang, tapi memiliki sejarah yang cukup menarik untuk di jadikan ibrah dalam kehidupan sehari-hari. Singkatnya adalah karena iblis merasa lebih bersinar, merasa lebih tau, merasa lebih hebat, merasa lebih diatas, merasa lebih dulu ada sehingga ciptaan yang baru ada pun di pandang rendah. Jika di lihat lebih jauh dan lebih dalam mengenal sosok iblis, ia bukanlah makhluk yang pembangkan sebelumnya, ia adalah makhluk yang taat, tidak ada kata menolak untuk selalu beribadah kepada rabb tuhan semesta alam, ibadahnya jauh lebih banyak dari orang sekarang yang merasa sholeh bersih dari dosa. Tapi karena sifat yang ditampilkan aba waastakbara wakaana minal kaafiriin.

Kembali pada point pertama mengenai usia. Di sini harus melihar secara imbang. Keduanya sudah sama-sama menginjak yang namanya dewasa artinya sudah tau mana baik dan mana yang buruk si adik sudah tentu sudah memiliki prinsip sendiri dan kakak pun demikian. Tidak semestinya seorang kakak memberikan jalan dengan membatasi cara berpikirnya, cara untuk mengembangkan skillnya dengan cara apapun, karena jika di balik belum tentu sang kaka juga akan mau di atur oleh adiknya.

Perilaku yang ditampilkan oleh kakaknya dari contoh pertama merupakan hal yang memalukan yang tidak mencerminkan, penulis menyebutnya sebagai memiliki sifat sumbu pendek. hal yang seharusnya ia bangun pertama adalah komunikasi yang baik kepada adiknya telebih dia adalah permpuan, ia harus mengawali dengan pertanyaan, mengawali dengan diskusi bukan malah langsung melarang dengan siapa ia harus mencari ilmu. Kedua adalah dilihat dari aspek benar salah. Yang di maksud benar salah di sini adalah siapa yang menjamin bahwa apa yang di katakan kakaknya adalah suatu kebenaran bisa jadi adiknya adalah sebuah tindakan yang benar, . Penulis melihatnya yang tidak dewasa dalam cotoh pertama adalah sang kakak yang selalu berdalil, karena bagian dari keluarga misalnya. Ia tidak mengerti konsep menyayangi. Keduanya harus adil dalam bersikap. Karena yang merasakan adalah yang melakukan, bisa jadi ia merasa di junjung tinggi, di muliakan dari pada harus memaksa,menyalakan, selalu mencari-cari kesalahan orang lain.ketiga di lihar dari aspek sinkronisasi dengan sudut pandang satu dan kedua. Yang ketiga ini adalah hal yang penting sebab campuran antara satu dan dua, contoh pertama mengenai menyayangi akan lebih tepat di berikan kepada anak yang belum bisa mengenal dunia ini, belum bisa membedakan baik dan buruk, benar dan salah, bagus dan jelek. Hal tersebut baru cocok di gunakan dan paling tepat karena anak masih bingung dari mana mau kemana. Tapi jika sudah baliq cukup berikan arahan tanpa harus memaksa ia harus mengikuti nafsumu belaka, karena itu bentuk penghakimanmu kepada orang terdekatmu, haknya pun kamu rampas, seolah kamu tutup untuk mencari masa depannya.

“Konsep Menyayangi”

Unsur menyayangi itu harus adil. Jika kamu hanya memberikan arahan harus melakukan ini,itu dan jangan melakukan selain dari ini itu karena tidak baik maka ini namanya bukan menyayangi tapi justru sebaliknya yaitu pembatasan hak seseorang, mengekang dia untuk bereksplorasi dirinya. hal di atas tidak masuk dengan konsep menyayangi, sebab yang namanya menyayangi adalah mereka yang mengerti keadaan seseorang dan memberikan kepercayaan atas prinsip yang dia miliki untuk di pegang sebagai bekal untuk meraih masa depannya.

Penulis sangat yakin orang-orang yang hanya berdalil sayang tapi tidak mengerti keadaan seseorang, tidak tau apa yang di rasakan sebenarnya, mereka inilah yang perlu di karantina untuk di berikan asupan oleh orang – orang yang tau tentang arti dari kenyamanan dan hak asasi manusia.

“Percuma menjelaskan kepada Orang bodoh karena dia  hanya akan tau marah jika di beri kritikan, tapi orang bijak ia akan perbaiki dan menerima serta berterima kasih karena bentuk sayangnya kepadanya telah diberikan melalui krtitikan atas apa yang menjadi suatu kebenaran.”

Terimakai semoga anda bisa mengaktifkan akal sehat. SELAMAT MEMBACA!!

Comments

Popular posts from this blog

DEGRADASI INOVASI PENGURUS PER PERIODE KOMUNITAS SANG MUSAFIR BERDAMPAK PADA EKSISTENSI?!

                                  Penulis Dude     Komunitas Sang Musafir yang lahir pada 31 Juli 2016, menjadi wadah bagus kepada generasi yang melanjutkan studinya di Ponorogo, setiap tahunnya mencetak kurang lebih 20 orang kini telah berlangsung hingga per hari ini 2024.               Semakin bertambahnya kuantitas per tahun menjadi sorotan akan kualitas yang dimiliki para kader. Pengurus yang dalam hal ini adalah fasilitator lembaga seharusnya menyiapkan berbagai instumen penting dalam mendukung keberlangsungan lembaga.           Pengurus komunitas yang per tahunnya terjadi pergantian seharusnya menjadi simbolik bahwa rejuvenasi dalam lembaga harus  terus berlanjut sesuai dengan kebutuhan kader dan mengikuti perkembangan zaman.           Struktur kepengurusan yang dilahirkan cukup baik oleh generasi p...

JANJI TINGGI REALISASI RENDAH KENALI MEREKA DENGAN JANJINYA BUKAN ORANGNYA DI AJANG PESTA DEMOKRASI 2024

  Penulis Dude Sebentara lagi kita akan menjadi orang yang di incar oleh para caleg untuk mendeklarasikan semua janjinya dimasa kampanye. Para caleg akan memulai perlahan-lahan memberikan bisikan-bisikan kepada orang-orang terdekatnya tentang visinya agar ia termaksud daftar terpilih di kursi pemerintahan. Harapan besar serta ambisi yang gigih untuk duduk di kursi pemerintahan rela melakukan cara apa saja yang ditempuh asalkan keinginan mereka bisa tercapai. Mereka siap melakukan apa saja yang disampaikan masyarakat sebelum terpilih dan lupa akan janjinya dimasa lalu adalah tipikal mereka. Semua jasa yang pernah dibuat satu abad yang lalu akan terus di ungkit, kebaikan-kebaikan yang direalisasikan dulu akan dilist sebagai daftar suara untuknya. Sekalipun itu dibenarkan dalam pesta demokrasi tapi tetap saja kita sebagai masyarakat harus tetap waspada. Waspada bukan karena ancaman dari luar negeri atau ancaman terjadinya bencana alam melainkan Gerakan-gerakan refleks yang dil...

Cara Mengatur Keuangan Pribadi untuk Pemula

  Mengatur keuangan pribadi itu penting banget, apalagi buat kita yang baru mulai belajar cari uang sendiri. Biar nggak boros dan bisa punya tabungan, yuk simak tips berikut ini! 1. Catat Semua Pemasukan dan Pengeluaran Ini langkah pertama yang wajib kamu lakukan. Catat semua uang yang masuk dan keluar, sekecil apapun itu. Kamu bisa pakai aplikasi keuangan di smartphone atau buku catatan biasa. Dengan mencatat, kamu jadi tahu kemana aja uangmu pergi setiap bulan. Contoh: Pemasukan: Gaji bulanan, uang jajan dari orang tua, hasil freelance. Pengeluaran: Makan sehari-hari, transportasi, hiburan, belanja online. 2. Buat Anggaran Bulanan Setelah tahu pengeluaranmu, buat anggaran bulanan. Alokasikan uangmu untuk kebutuhan pokok, tabungan, dan hiburan. Usahakan untuk disiplin mengikuti anggaran yang sudah dibuat. Contoh: 50% untuk kebutuhan pokok (makan, transportasi, tempat tinggal) 30% untuk keinginan (hiburan, belanja) 20% untuk tabungan dan investasi 3. Prioritaskan Kebutuhan daripada...