Skip to main content

Entri yang Diunggulkan

Cara Mengatur Keuangan Pribadi untuk Pemula

  Mengatur keuangan pribadi itu penting banget, apalagi buat kita yang baru mulai belajar cari uang sendiri. Biar nggak boros dan bisa punya tabungan, yuk simak tips berikut ini! 1. Catat Semua Pemasukan dan Pengeluaran Ini langkah pertama yang wajib kamu lakukan. Catat semua uang yang masuk dan keluar, sekecil apapun itu. Kamu bisa pakai aplikasi keuangan di smartphone atau buku catatan biasa. Dengan mencatat, kamu jadi tahu kemana aja uangmu pergi setiap bulan. Contoh: Pemasukan: Gaji bulanan, uang jajan dari orang tua, hasil freelance. Pengeluaran: Makan sehari-hari, transportasi, hiburan, belanja online. 2. Buat Anggaran Bulanan Setelah tahu pengeluaranmu, buat anggaran bulanan. Alokasikan uangmu untuk kebutuhan pokok, tabungan, dan hiburan. Usahakan untuk disiplin mengikuti anggaran yang sudah dibuat. Contoh: 50% untuk kebutuhan pokok (makan, transportasi, tempat tinggal) 30% untuk keinginan (hiburan, belanja) 20% untuk tabungan dan investasi 3. Prioritaskan Kebutuhan daripada...

DEGRADASI INOVASI PENGURUS PER PERIODE KOMUNITAS SANG MUSAFIR BERDAMPAK PADA EKSISTENSI?!

                                 Penulis Dude


    Komunitas Sang Musafir yang lahir pada 31 Juli 2016, menjadi wadah bagus kepada generasi yang melanjutkan studinya di Ponorogo, setiap tahunnya mencetak kurang lebih 20 orang kini telah berlangsung hingga per hari ini 2024.

              Semakin bertambahnya kuantitas per tahun menjadi sorotan akan kualitas yang dimiliki para kader. Pengurus yang dalam hal ini adalah fasilitator lembaga seharusnya menyiapkan berbagai instumen penting dalam mendukung keberlangsungan lembaga.

          Pengurus komunitas yang per tahunnya terjadi pergantian seharusnya menjadi simbolik bahwa rejuvenasi dalam lembaga harus  terus berlanjut sesuai dengan kebutuhan kader dan mengikuti perkembangan zaman.

          Struktur kepengurusan yang dilahirkan cukup baik oleh generasi pertama yakni angkatan 2016 hingga kini masih tetap progresi menjadi struktur yang disusun begitu baik, rapi dan elegan seperti organisasi besar lainnya.

          Menilik dari fase pengurus 2016 ke 2017-2018, merupakan fase bagaimana genjatan ide yang dibuat dari para generasi pertama hingga pengisian daya dan upaya yang dilakukan untuk melahirkan kader-kader yang mampu berdikari pada kualitasnya sendiri, hingga per 2024 ini langkah kaki dan arah geraknya masih melekat sekalipun kesempurnaan hanyalah sebuah ambisi untuk mencapainya.

          Fase 2019-2021 merupakan fase yang masih cukup kondusif, masih bisa di baca serta diukur bagaimana gejolak yang timbul kemudian melahirkan sebuah konklusi agar bisa melanjutkan dan merekonsiliasi agar tetap seperti sebelumnya.  

          Pasalnya, setelah masuk pada fase periode pengurus 2022-2024 semakin bumerang. Konsep yang di bangun oleh founding father sekaligus di inovasi oleh para generasi berikut yakni ; sifat dan gerakan sebagaimana yang tertuang dalam AD telah hilang, konsep gerakan yang harusnya menjadi arah utama lembaga kini hanya menjadi barang bacaan yang bahkan miris nya, hampir semua dikepengurusan itu tidak ada pengetahuan tentang gerakan komunitas seperti apa. 

          Patut dipertanyakan apakah pengurus menganggap komunitas biasa biasa saja hingga lupa hal yang fundamental dalam komunitas? Apakah komunitas akan melahirkan kader kader yang punya insight dan ide ide manarik jika pengurus mengesampingkan hal yang utama? Apakah komunitas mampu memfasilitasi kader nya dalam menentukan potensi diri jika pengurus apatis dalam membenah diri?? Apakah konsep pemahaman pengurus hari ini tentang lembaga berbeda dengan sebelumnya? 

          Pengurus 2022-2024 sederajat dan sewarna dalam menafsirkan saran dan masukan para alumni dan anggota lainnya. Saya mamandang bahwa pengurus 2022-2024 ini anti terhadap konsep ide gagasan yang akan di berikan selama dikepengurusannya. Beberapa kali saya memberikan saran masukan bahkan ide untuk kemandirian dan menginovasi komunitas tetapi tidak diaktualisasikan. Saya setuju jika ada postulat bahwa bentuk saran, ide gagasan dan masukan sifatnya fleksibel bisa dipakai atau tidak, akan tetapi harus ada preseden yang mendukung ketika ditolak.

          Sebetulnya tidak menjadi problem jika tidak dipakai segala hal yang menjadi saran dan masukan itu kalau ditopang dengan ide ide menarik yang dipunyai pengurus. Saya membaca per hari ini pun kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh pengurus itu masih tetap sama dengan sebelumnya yang sebetulnya sudah tidak cocok lagi "kadaluarsa" untuk dipakai.

          Bagaimana mungkin komunitas mau melahirkan kader-kader yang berkualitas, berintegritas dan mandiri jika pengurus yang dalam hal ini adalah ketua tidak punya power yang cukup dan anti terhadap kritik serta masukan. Bagaimana mungkin lembaga mampu memberikan fasilitas untuk potensi kader kalau pengurus tidak cukup kuat dalam berinovasi. Bagaimana mungkin lembaga bisa mandiri jika ketua komunitas tidak punya kemampuan dalam mengelola lembaga. Yang harus di highlight bahwa setiap periode akan mengalami degradasi pengetahuan dalam pengelolaan komunitas.

          Berdasarkan pengamatan di atas saya membaca bahwa ketika kepribadian pengurus yang dalam hal ini adalah ketua melekat dengan sifat itu  maka percaya tidak percaya 4-5 Tahun kedepan lembaga komunitas hanya akan menjadi nama saja.

          Dengan demikian, untuk meminimalisir terjadinya kegersangan inovasi sehingga berdampak pada eksistensi komunitas. Maka pengurus 2024 harus mulai bisa menyiapkan konsep baru yakni sebagai berikut :

1. Konsep ketertarikan dan dorongan dengan kegiatan yang tidak membosankan sesuai dengan kebutuhan

2. Penanaman Nilai-nilai kecintaan terhadap komunitas kepada kader

3. Sekolah BIMKEL (bimbingan kepengurusan lembaga) kepada calon pengurus

4. Bidang yang tidak dibutuhkan dihapus atau ditambahkan dengan bidang kewirausahaan agar kemandirian komunitas dalam hal finansial terpenuhi

5. Konsep tingkatan perkaderan komunitas harus dibuatkan dan ditindak lanjuti

6. pembuatan buku panduan komunitas

7. Restorasi Media sosial komunitas

         Ketika Point-point diatas dilakukan maka bisa dipastikan bahwa komunitas tidak hanya berbicara tentang merawat tetapi konsep mem-branding untuk kemajuan komunitas akan menjadi tanggung jawab semua anggota komunitas.

Comments

Popular posts from this blog

JANJI TINGGI REALISASI RENDAH KENALI MEREKA DENGAN JANJINYA BUKAN ORANGNYA DI AJANG PESTA DEMOKRASI 2024

  Penulis Dude Sebentara lagi kita akan menjadi orang yang di incar oleh para caleg untuk mendeklarasikan semua janjinya dimasa kampanye. Para caleg akan memulai perlahan-lahan memberikan bisikan-bisikan kepada orang-orang terdekatnya tentang visinya agar ia termaksud daftar terpilih di kursi pemerintahan. Harapan besar serta ambisi yang gigih untuk duduk di kursi pemerintahan rela melakukan cara apa saja yang ditempuh asalkan keinginan mereka bisa tercapai. Mereka siap melakukan apa saja yang disampaikan masyarakat sebelum terpilih dan lupa akan janjinya dimasa lalu adalah tipikal mereka. Semua jasa yang pernah dibuat satu abad yang lalu akan terus di ungkit, kebaikan-kebaikan yang direalisasikan dulu akan dilist sebagai daftar suara untuknya. Sekalipun itu dibenarkan dalam pesta demokrasi tapi tetap saja kita sebagai masyarakat harus tetap waspada. Waspada bukan karena ancaman dari luar negeri atau ancaman terjadinya bencana alam melainkan Gerakan-gerakan refleks yang dil...

Cara Mengatur Keuangan Pribadi untuk Pemula

  Mengatur keuangan pribadi itu penting banget, apalagi buat kita yang baru mulai belajar cari uang sendiri. Biar nggak boros dan bisa punya tabungan, yuk simak tips berikut ini! 1. Catat Semua Pemasukan dan Pengeluaran Ini langkah pertama yang wajib kamu lakukan. Catat semua uang yang masuk dan keluar, sekecil apapun itu. Kamu bisa pakai aplikasi keuangan di smartphone atau buku catatan biasa. Dengan mencatat, kamu jadi tahu kemana aja uangmu pergi setiap bulan. Contoh: Pemasukan: Gaji bulanan, uang jajan dari orang tua, hasil freelance. Pengeluaran: Makan sehari-hari, transportasi, hiburan, belanja online. 2. Buat Anggaran Bulanan Setelah tahu pengeluaranmu, buat anggaran bulanan. Alokasikan uangmu untuk kebutuhan pokok, tabungan, dan hiburan. Usahakan untuk disiplin mengikuti anggaran yang sudah dibuat. Contoh: 50% untuk kebutuhan pokok (makan, transportasi, tempat tinggal) 30% untuk keinginan (hiburan, belanja) 20% untuk tabungan dan investasi 3. Prioritaskan Kebutuhan daripada...