TERJEBAK DALAM KESALAH KAPRAHAN
Dalam kehidupan setiap individu di masyarakat tidak terlepas dari yang namanya interaksi atau bahasa gaulnya adalah “pergaulan”. Bergaul dan berkumpul mempunyai peranan mendasar dalam hidup,kesempurnaan berbagai sisi dengan sesama manusia. Oleh sebab itu Allah Azza Wajalla telah menjadikan manusia sebagai makhluk social menurut fitrahnya, sehingga tidak sulit manusia untuk berkumpul dan bergaul. Bahkan bayi pun juga Allah sudah menjadikan makhluk yang social, dia menangis ketika dalam keadaan sendirian. Oleh sebab itu kita harus memanfaatkan fitrah kita sesuai dengan porsinya.
Harus diperhatikan bahwa dalam pergaulan, kita harus memperhatikan hal - hal yang orang orang suka dan tidak suka (norma). Karena itu sangat menentukan kemulusan kita dalam bergaul. Dalam bergaul kita juga harus berbuat baik dengan orang – orang dan memberikan kebahagiaan serta kenyamanan akan hadirnya kita di dalam tempat itu, serta selalu menjauhi sisi tajam dan hendaklah berbuat yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat ini,karena ini juga akan bermanfaat ketika kita melakukan dakwah untuk mengajak kepada kebaikan. Tapi hal itu bukan berarti bahwa kita harus rela dan menrima ketidak baikan dari orang lain,harus ada “balance”.
Ketika kita berada dalam suatu pergaulan kita harus memperlakukan mereka dengan cara yang baik, menghargai dan memenuhi kebutuhan – kebutuhan mereka, dan memberikan apa – apa yang menjadi hak mereka terutama dikalangan remaja dan orang dewasa. Maka dengan begitu kita akan menjadi orang yang di hormati dan di cintai, saat kita berada di situ orang – orang akan selalu cenderung kepada kita, jikalau kita sudah tidak ada lagi dehadapan mereka maka mereka akan mengangis seolah – olah mereka kehilangan harta yang berharga yang mereka punya. Hal ini bukan berarti kita riya, tetapi point-nya adalah kita telah merubah cara pandang masyarakat untuk menuju kepada hal baik sesuai dengan fitrah manusia.
Begitu pula sebaliknya jika kita tidak memperlakukan dengan baik maka dengan begitu kita tidak akan bisa mendapatkan kebaikan dalam pergaulan itu sendiri, yang ada hanyalah kesalahkaprahan kita dalam bergaul, tidak bisa terjebak dalam kebebasan bergaul, serta kitapun akan salah persepsi tentang istilah bergal itu sendiri.
Untuk itu di zaman yang penuh dengan propaganda ini. Dimana propagandanya telah meluluh lantakan nilai – nilai moral. Remaja digiring pada nilai nilai materialism yang menjunjung tinggi hedonism tampa melibatkan nilai – nilai agama. Akibatnya muncul euphoria sekularis yang tergila – gila pada materi dan menjadikan uang adalah segala – galanya.
Itulah yang terjad dizaman sekarang kebanyakan orang menyebutnya sebagai zaman edan,zaman gemblung,zaman now dan lain sebagainya.sebab sekarang segalanya seakan – akan harus di perebutkan, depersaingkan, bahkan kalau denga cara legal tidak mampu, dengan cara apapun dihalahkan,sehingga mudah sekali bagi mereka terjerumus dalam kesalah kaprahan pergaulan yang menganut asas kebebasan tersebut, jika demikian maka ganua kemudharatan dan kedalahkapraan yang akan mereka dapatkan

Comments
Post a Comment