![]() |
| Gambar Kekuatan cinta dan berkomitmen |
Di zaman
sekarang istilah pacaran bisa di katakan sebagai budaya yang dilakukan oleh
kalangan remaja bahkan juga orang dewasa. Tak bisa di pungkiri bahwa itu semua
dilakukan atas kehendak per individu. Kita tidak tau itu semua karena keadaan
zaman yang menuntut atau memang karena tren, malu jika di katakan jomblo oleh
orang - orang.
pacaran adalah suatu aktivitas yang dilakukan oleh dua orang yaitu antara laki laki dan perempuan yang saling mengutarakan perasaannya. sehingga itu yang menjadikan antara keduanya mempertahankan rasa itu.
Di sini kita
perlu tau tentang arti dari kata judul di atas . Kata itu
terdiri dari dua kata yaitu komitmen dan pacaran. Definisi komitmen itu dalam
KBBI adalah perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu,tanggung jawab.
Sedangkan pacaran menurut KBBI itu adalah menjalin hubungan cinta kasih
dengan lawan jenis, tetapi belum terikat dengan perkawinan.
Menurut
penulis komitmen adalah kalimat yang mengabah pada hal yang bersifat pengabdian
seseorang atas apa yang di niatkan. Sedangkan pacaran adalah sebuah aktivitas
yang di lakukan oleh dua orang insan dengan perasaan yang sama.
Bisa di
simpulkan bahwa komitmen dalam jalan pacaran adalah sebuah ungkapan yang
mengindikasikan seseorang untuk menjaga apa yang sudah di ucapkan atas dasar
kesepakatan diantara dua orang yang menjalani hubungan cinta kasih yang
mengarah pada kesungguhan.
sebelum kita
lanjut pada tahap pembahasan tentang komitmen ada baiknya kita tau dulu asal
muasal dari pacaran itu sendiri. bagaimana sih sebenarnya sampai sekarang
seolah di jadikan budaya apakah dulu juga seperti ini atau bergeser maknakanya
?.
Sejarah
Pacaran
Dalam salah satu ceramah yang di sampaikan oleh seorang tokoh agama yaitu
Ustadz Adi Hidayat, Lc., MA beliau mengatakan bahwa asal muasal pacaran itu
sebenarnya baik, syar'i yang bergeser sekarang maknanya. Dulu di penghujung
melayu kalau ada orang yang suka dengan pasangannya ada ketertaikan untuk ber
ta'aruf maka dia akan mendatangi pasangannya di malam hari untuk menghadap
bapaknya. Di luar ia akan mengatakan keinginannya dan bapaknya akan keluar
ketika mendengan itu dan mengatakan apakah kamu serius?
Saat itulah
kemudian pada saat mengungkapakan keseriusannya di hadapan orang tua maka akan
di tandai calon istrinya dengan daun pacar di kuku sang mempelai wanita.
Kemudian menunggulah untuk menikah dalam kurun selama empat puluh hari. Calon
istri belajar kepada ibunya, bagimana menjadi istri yang baik sedangkan calon
suaminya akan belajar juga selama empat puluh hari termaksud mencari nafkah.
Nah, masa menunggu inilah yang di sebuh dengan pacaran. Di pacari maksudnya di
berikan daun pacar di kuku.
Jadi pacaran
itu asal muasalnya syar'i bukan jalan-jalan, muda mudi, belum syah kemudian
jalan berduan, naik motor sama-sama, naik becak sama sama seakan becak milik
berdua tukang becaknya nggak ada😂. asalnya
seperti itu ada konseling belajar dalu sebelum proses akad di laksanakan.
Dari sejarah
diatas jika di lihat tentang keadaan sekarang maka telah jauh dari makna
aslinya tentang pacaran itu sendiri. Jika di ibaratkan dengan air Aqua maka
kemurniaanya telah hilang di sebabkan ada campur air lain yang tak di tau dari
mana asal muasalnya.
Di zaman sekarang ketika kita tanya orang orang yang pacaran dalam arti pacarannya orang-orang sekarang. kenapa kamu pacaran? apa yang membuat kamu melakukan itu? apakah kamu tidak takut dosa? apakah kamu tega dosanya mengalir juga ke orang tuamu?. Tentunya banyak jawaban yang akan di berikan misalnya saya pacaran karena saya ingin mengetahui lebih dalam lagi, dengan pasangan saya sebelum mengarah kepada jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan, ada juga yang melakukan karen memperbanyak mantan, ada juga yang melakukan karena mengikuti lingkungan takut jika di ejek oleh kawan-kawannya. Bukankah itu adalah hal yang miiris jika di rujuk pada asal muasalnya pacaran?
Sebagai seorang manusia terkhusus wanita seharusnya kamu tau tentang dirimu. tidak usah beralasan tentang rasa, tidak usah berpikir panjang lebar bahwa takut jangan sampai tidak menikah. Perlulah membaca buku dan berkacalah pada lingkungan sekitar. Betapa banyak orang pacaran tapi pada ujung-ujungnya tidak bersatu, betapa banyak orang-orang pacaran tapi berakhir dengan kesedihan, betapa banyak orang-orang pacaran tetapi pada akhiranya berakahir pada kekecewaan, betapa banyak orang-orang pacaran pada ujungnya kamu di tinggal nikah, ia menikah dengan orang lain. Kamu sebagai wanita yang di identikan dengan perasaan. Apakah kamu tidak sakit jika hal itu terjadi? kamu rugi waktu, yang seharusnya di gunakan untuk membaca al-quran,belajar,berdiskusi malah membuang waktu. kamu di kecewain, disakiti, pengorbanan yang tiada tara kamu berikan untuk si dia yang belum tentu jodohmu. Apalagi kamu tanpa sadari bahwa apa yang dilakukan adalah dosa. Sebagaimana di sebutkan dalam Qs Al-Isra : 32 yang artinya :
"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."
Bayangkan mendekati saja kita tidak boleh apalagi kita kerjakan. Masihkan kamu bersi keras dengan alasanmu sendiri??


Comments
Post a Comment