Skip to main content

Entri yang Diunggulkan

Cara Mengatur Keuangan Pribadi untuk Pemula

  Mengatur keuangan pribadi itu penting banget, apalagi buat kita yang baru mulai belajar cari uang sendiri. Biar nggak boros dan bisa punya tabungan, yuk simak tips berikut ini! 1. Catat Semua Pemasukan dan Pengeluaran Ini langkah pertama yang wajib kamu lakukan. Catat semua uang yang masuk dan keluar, sekecil apapun itu. Kamu bisa pakai aplikasi keuangan di smartphone atau buku catatan biasa. Dengan mencatat, kamu jadi tahu kemana aja uangmu pergi setiap bulan. Contoh: Pemasukan: Gaji bulanan, uang jajan dari orang tua, hasil freelance. Pengeluaran: Makan sehari-hari, transportasi, hiburan, belanja online. 2. Buat Anggaran Bulanan Setelah tahu pengeluaranmu, buat anggaran bulanan. Alokasikan uangmu untuk kebutuhan pokok, tabungan, dan hiburan. Usahakan untuk disiplin mengikuti anggaran yang sudah dibuat. Contoh: 50% untuk kebutuhan pokok (makan, transportasi, tempat tinggal) 30% untuk keinginan (hiburan, belanja) 20% untuk tabungan dan investasi 3. Prioritaskan Kebutuhan daripada...

SEJATINYA SENIOR DALAM KOMUNITAS



 SEJATINYA SENIOR DALAM KOMUNITAS


Oleh : Dude

Di lingkungan pendidikan seperti sekolah, kampus, atau sebuah komunitas kita tidak asing lagi dengan sebutan Kata senior dan Junior. Senior bisa di artikan sebagai orang yang lebih tua atau anggota yang lebih dahulu masuk sekolah atau organisasi. Junior sudah tentu adalah orang yang lebih muda atau orang yang baru masuk dalam sebuah sekolah atau perkumpulan. atau juga bisa di artikan junior adalah kader dalam sebuah organisasi

“Junior tidak boleh durhaka pada senior.”

Kata bijak di atas merupakan sebuah ungkapan teguran untuk junior agar selalu patut, tunduk, taat dan mengikuti apa yang di perintahkan oleh seniornya apalagi dalam sebuah penggodokan, mos, ospek, diklat atau sejenisnya. Begitu mulianya seorang junior yang melaksanakan hal itu serta begitu indahnya menjadi seorang junior yang melaksanakan perintah seniornya. 

Di sisi lain juga ada sebuah kata bijak yang menarik untuk bisa di perhatikan, di ketahui yaitu :

“Buat apa mengumpulkan tanda tangan para senior yang untuk mendapatkannya saja, anak baru harus melakukan hal-hal aneh yang diminta senior? Memangnya mereka artis?”

Sebuah ungkapan atau kritikan dari pada kata diatas, yang tidak mengharuskan bahwa junior harus berusaha semaksimal mungkin untuk menghormati seniornya, tidak mengharuskan untuk selalu patut apa yang di ucapkan oleh seorang senior.

Terkadang tanpa di sadari seorang senior sering kali menyalahgunakan predikatnya untuk membuly para juniornya. senior sering kali melakukan berbagai hal seperti menyuruh yang secara terus menerus. sebenarnya tidak masalah selagi juniornya mau tapi tanpa di sadari hal itu juga merupakan sebuah penindasan yang tak kasat mata. bagaimana mungkin di katakan sebagai pendindasan hasana😂..miris juga

terkadang hingga sampai tingkat ke organisasi. senior sering kali memanfaatkan sebuah momen kegiatan seperti pelatihan atau kegiatan yang bersifat mengasah skill atau evaluasi  sebagai ajang membully juniornya. memang sangat dibenarkan tujuannya adalah untuk kebaikan para junior atau kader yaitu mengasah kempetensi,skill, mental atau apalah itu. Dan saya sangat setuju jika dilakukan hal demikian. Tapi yang menjadi masalah adalah jika seorang senior memanfaatkan momen itu dengan membully atas dasar kebencian, dendam, ketidak sukaan atau hal negatif lain yang ada di pemikiran seorang senior. Hal itu sangat memprihatinkan, bahkan disayangkan. Bukan lagi untuk mengasah skill, mental, keilmuan tapi sebuah pembelajaran yang ditanamkan  senior kepada junior untuk memberikan sebuah kesimpulan bahwa cara menjadi seorang senior itu seperti ini, cara mendidik junior itu seperti ini, cara mengkader itu seperti ini, cara peduli kepada junior itu seperti ini atau alasan lain yang diberikan. sehingga ketika junior telah menjadi senior lagi, maka tingkah yang dilakukan oleh seniornya dulu dilakukan kembali kepada kader baru. sangat miris!

"Ambil mana  baiknya"

Sebuah kalimat yang tidak bisa kita nafikan. saya setuju dengan kalimat itu. Tapi dalam konteks seperti di atas itu juga tidak bisa di benarkan karena kenapa? apa yang dilihat, apa yang di dengar, apa yang dirasakan itu semua akan menjadi sebuah pengalaman yang melekat oleh seorang kader. bersyukur jika ia bisa memilih dan memilah hal di atas, tapi jika tidak? 

Jadi, menurut penulis  menjadi seorang senior jangan terlalu otoriter, menjadi seorang senior jangan membenci juniornya jika ia salah, didiklah ia sampai berada pada jalan yang semestinya, menjadi seorang senior harus memberikan contoh yang baik pada juniornya, menjadi seorang senior harus bersikap adil terhadap juniornya, menjadi seorang senior jangan marah - marah, membentak dalam kondisi apapun terutama jika evaluasi dalam sebuah kegiatan. Benar sebuah ungkapan bahwa "jika marah, membentak itu adalah solusi untuk merubah keadaan maka semua orang akan berusaha berlomba - lomba untuk marah". Jika hal itu senior bisa lakukan maka anda telah lulus menjadi seorang senior sejati dalam perkumpulan (komunitas). Tapi jika engkau menganggap itu semua berat, maka jadilah kader atau junior selamanya karena senior itu berat.

Quotes penulis untuk senior "jangan tanyakan kepada teman anda yang berstatus senior juga  jika anda melihat kader atau junior anda bertingkah tidak sopan atau tidak pantas dengan pertanyaan kenapa ia berlagak seperti itu, kenapa cara bicaranya seperti itu?. Tapi tanyakanlah kepada diri anda selaku senior atau teman anda bahwa tingkah apa yang sudah kita lakukan sehingga tingkah mereka tidak elok untuk di tiru, karena sesungguhnya generasi atau kader akan melahirkan sebuah tingkah dari apa yang di lihat dari senior nya bahkan melebihi"

 

 


Comments

Popular posts from this blog

DEGRADASI INOVASI PENGURUS PER PERIODE KOMUNITAS SANG MUSAFIR BERDAMPAK PADA EKSISTENSI?!

                                  Penulis Dude     Komunitas Sang Musafir yang lahir pada 31 Juli 2016, menjadi wadah bagus kepada generasi yang melanjutkan studinya di Ponorogo, setiap tahunnya mencetak kurang lebih 20 orang kini telah berlangsung hingga per hari ini 2024.               Semakin bertambahnya kuantitas per tahun menjadi sorotan akan kualitas yang dimiliki para kader. Pengurus yang dalam hal ini adalah fasilitator lembaga seharusnya menyiapkan berbagai instumen penting dalam mendukung keberlangsungan lembaga.           Pengurus komunitas yang per tahunnya terjadi pergantian seharusnya menjadi simbolik bahwa rejuvenasi dalam lembaga harus  terus berlanjut sesuai dengan kebutuhan kader dan mengikuti perkembangan zaman.           Struktur kepengurusan yang dilahirkan cukup baik oleh generasi p...

JANJI TINGGI REALISASI RENDAH KENALI MEREKA DENGAN JANJINYA BUKAN ORANGNYA DI AJANG PESTA DEMOKRASI 2024

  Penulis Dude Sebentara lagi kita akan menjadi orang yang di incar oleh para caleg untuk mendeklarasikan semua janjinya dimasa kampanye. Para caleg akan memulai perlahan-lahan memberikan bisikan-bisikan kepada orang-orang terdekatnya tentang visinya agar ia termaksud daftar terpilih di kursi pemerintahan. Harapan besar serta ambisi yang gigih untuk duduk di kursi pemerintahan rela melakukan cara apa saja yang ditempuh asalkan keinginan mereka bisa tercapai. Mereka siap melakukan apa saja yang disampaikan masyarakat sebelum terpilih dan lupa akan janjinya dimasa lalu adalah tipikal mereka. Semua jasa yang pernah dibuat satu abad yang lalu akan terus di ungkit, kebaikan-kebaikan yang direalisasikan dulu akan dilist sebagai daftar suara untuknya. Sekalipun itu dibenarkan dalam pesta demokrasi tapi tetap saja kita sebagai masyarakat harus tetap waspada. Waspada bukan karena ancaman dari luar negeri atau ancaman terjadinya bencana alam melainkan Gerakan-gerakan refleks yang dil...

Cara Mengatur Keuangan Pribadi untuk Pemula

  Mengatur keuangan pribadi itu penting banget, apalagi buat kita yang baru mulai belajar cari uang sendiri. Biar nggak boros dan bisa punya tabungan, yuk simak tips berikut ini! 1. Catat Semua Pemasukan dan Pengeluaran Ini langkah pertama yang wajib kamu lakukan. Catat semua uang yang masuk dan keluar, sekecil apapun itu. Kamu bisa pakai aplikasi keuangan di smartphone atau buku catatan biasa. Dengan mencatat, kamu jadi tahu kemana aja uangmu pergi setiap bulan. Contoh: Pemasukan: Gaji bulanan, uang jajan dari orang tua, hasil freelance. Pengeluaran: Makan sehari-hari, transportasi, hiburan, belanja online. 2. Buat Anggaran Bulanan Setelah tahu pengeluaranmu, buat anggaran bulanan. Alokasikan uangmu untuk kebutuhan pokok, tabungan, dan hiburan. Usahakan untuk disiplin mengikuti anggaran yang sudah dibuat. Contoh: 50% untuk kebutuhan pokok (makan, transportasi, tempat tinggal) 30% untuk keinginan (hiburan, belanja) 20% untuk tabungan dan investasi 3. Prioritaskan Kebutuhan daripada...