Skip to main content

Entri yang Diunggulkan

Cara Mengatur Keuangan Pribadi untuk Pemula

  Mengatur keuangan pribadi itu penting banget, apalagi buat kita yang baru mulai belajar cari uang sendiri. Biar nggak boros dan bisa punya tabungan, yuk simak tips berikut ini! 1. Catat Semua Pemasukan dan Pengeluaran Ini langkah pertama yang wajib kamu lakukan. Catat semua uang yang masuk dan keluar, sekecil apapun itu. Kamu bisa pakai aplikasi keuangan di smartphone atau buku catatan biasa. Dengan mencatat, kamu jadi tahu kemana aja uangmu pergi setiap bulan. Contoh: Pemasukan: Gaji bulanan, uang jajan dari orang tua, hasil freelance. Pengeluaran: Makan sehari-hari, transportasi, hiburan, belanja online. 2. Buat Anggaran Bulanan Setelah tahu pengeluaranmu, buat anggaran bulanan. Alokasikan uangmu untuk kebutuhan pokok, tabungan, dan hiburan. Usahakan untuk disiplin mengikuti anggaran yang sudah dibuat. Contoh: 50% untuk kebutuhan pokok (makan, transportasi, tempat tinggal) 30% untuk keinginan (hiburan, belanja) 20% untuk tabungan dan investasi 3. Prioritaskan Kebutuhan daripada...

KARENA BUDAYA ETIKA HILANG

 

Jangan Sampai Etika Hilang karena kebiasaanmu

 

Kata budaya tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Baik itu dalam dunia kampus, lingkungan maupun di dalam keluaraga. Masalahnya kemudian adalah apakah kita sudah tau pengertian dari budaya itu sendiri? Sudahkan mampu kita menjelaskan perihal budaya jika ada yang menanyakan kepada kita?. Budaya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia di maknai sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sukar dirubah. Sedangkan kebiasaan itu sendiri adalah perbuatan yang dilakukan secara terulang-ulang karena disukai.

Dari uraian diatas tentu kita akan mendapatkan gambaran bahwa segala hal yang sudah melekat dan susah untuk di lepaskan adalah bagian dari budaya, baik itu cara berkomunikasi kita, cara menghargai kita, maupun aktivitas-aktivitas yang sudah rutin dilakukan seperti miras, merokok dan lain sebagainya.

Budaya itu  sendiri muncul pada diri kita ketika kita sudah lahir pada suatu lingkungan, dan tentu budaya juga akan ada pada diri kita, ketika kita sudah menjelajahi dunia dan beradaptasi di lingkungan itu. Sehingga apa yang kita dengar, yang kita lihat, yang kita rasakan pada tempat itu akan mempengaruhi cara kita sebelumnya mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali.

Pada zaman sekarang yang semakin berkembangnya teknologi, Sebagian orang sudah tidak bisa memberikan disparitas antara dirinya dengan lingkungannya, sehingga dengan itu ia kehilangan rasa kemanusiaannya yang meliputi sopan santun, etika bahkan lebih disayangkannya ia telah mati rasa empati terhadap lingkungan, kepekaan dirinya untuk lingkungan sudah telah tenggelam dimakan oleh kesenangan dirinya sendiri.

Kita telah banyak menjumpai hal seperti itu sebut saja misalnya merokok. Merokok adalah suatu kebiasaan yang dilakukan oleh seseorang karena ia merupakan bagian terpenting dari hidupnya. Kita tidak permasalahkan ia merokok karena itu merupakan hak prerogatifnya. Tapi, yang menjadi masalah kemudian adalah mereka yang merokok tanpa tau batas, maksudnya ia tidak mampu membedakan lingkungan yang suka dengan asap rokok dengan tidak, dan yang lebih parahnya adalah ketika si perokok tidak ada kata permisi.

Sebagai manusia yang katanya penuh dengan sopan santun dan tata krama yang sudah melekat pada dirinya karena sudah dibekali akal dan Pendidikan baik itu di lingkungan keluarga maupun dirumah, tentu hal itu sudah menjadi modal untuk melakukan apapun di luar dari jangkauan keluarga. Kalimat permisi merupakan ungkapan yang dilakukan seseorang sebagai bentuk izin atau permohonan maaf kepada seseorang, permisi juga sebagai bentuk penghormatan kepada sesorang sekaligus untuk dirinya sendiri. Membiasakan menghormati, menghargai orang lain itu artinya kamu telah mengajarkan dirimu sendiri untuk dihargai nantinya.

Contoh kasus misalnya sebut saja namanya si Z, si Z adalah seorang mahasiswa. Ia kuliah di salah satu universitas. Ia juga masuk di beberapa organisasi intenal kampus maupun ekternal. Tentu jika dilihat dari uraian singkat diatas bahwa setiap suasana yang didapatkan akan menghasilakan budaya yang berbeda pula. Di Organisasi A di bolehkan merokok sedangkan di organisasi B tidak dibolehkan. Suatu saat si Z ini makan Bersama seniornya di organisasi B. ia makan di salah satu warung. Setelah meraka makan si Z tanpa berpikir Panjang mengambil sebatang rokok kemudian mengisapnya tanpa mempedulikan seniornya, tanpa ada kata mohon maaf. Ia pun juga tak tau kondisi disekitanya jika menghirup asap rokoknya apakah berbahaya bagi kesehatannya tau biasa saja.

Dari kasus diatas tentu akan banyak perdebatan yang singgak di kepala kita masing-masing. Penulis hanya akan memberikan gambaran dari kasus diatas, bahwa secara attitude ia tidak tepat melakukan aktivitas semacam itu, sebab yang pertama adalah bisa dilihat dari tempatnya. Apakah warung makannya sering di lakukan aktivitas demikian ? jika tidak maka kemanusiaan dalam hal attitude ia sudah tidak ada. Kedua, sebagai orang yang lebih muda harus tau porsi dirinya, ia mesti lihat semua aspek, mulai dari awal sebelum menjadi mahasiswa sampai ia menjadi seorang aktivis. Ketiga, karena si Z makan Bersama seniornya yang satu Organisasi, maka ia perlu sadar bahwa yang lebih dulu ada dan tau situasi setempat itu dalah seniornya. Keempat, yang memberikan arahan, masukan serta jalan tentu bukan dari dirinya sendiri melainkan adalah seniornya, tentu dari sini bisa dilihat bahwa tak pantas jika aktivitas yang dilakukan si Z seperti itu.

Jangan samakan ketika berada dalam satu organisasi tertentu di bolehkan aktivitas seperti merokok kamu malah melakukan hal yang sama tanpa ada batas- batas yang sewajarnya. Merokok tidak dilarang tapi dengan siapa engkau berdampingan, merokok adalah hakmu tapi dibalik hakmu ada hak orang lain, kamu boleh merokok tapi lihat dengan siapa engaku berhadapan. Jangan karena engkau telah banyak mengonsumsi buku-buku yang membuat kritis sehingga lupa akan cara mengharagai, jangan karena kamu sudah besar di tempat tertentu sehingga membuat kamu lupa akan cara untuk Kembali, jangan karena kamu mampu menjawab pertanyaan yang akan dilontarkan membuat kamu lupa akan dirimu sebelumnya. Sadar dan  beradablah !!

Quotes Ia diam ketika kamu melakukan aktivitasmu dimatanya bukan berarti ia megerti tentang keperluanmu tapi bisa jadi ia hanya menguji seberapa besar cara menghargaimu kepada orang lebih lagi kepada yang lebih tua. Berhati-hatilah”!!

Comments

Popular posts from this blog

DEGRADASI INOVASI PENGURUS PER PERIODE KOMUNITAS SANG MUSAFIR BERDAMPAK PADA EKSISTENSI?!

                                  Penulis Dude     Komunitas Sang Musafir yang lahir pada 31 Juli 2016, menjadi wadah bagus kepada generasi yang melanjutkan studinya di Ponorogo, setiap tahunnya mencetak kurang lebih 20 orang kini telah berlangsung hingga per hari ini 2024.               Semakin bertambahnya kuantitas per tahun menjadi sorotan akan kualitas yang dimiliki para kader. Pengurus yang dalam hal ini adalah fasilitator lembaga seharusnya menyiapkan berbagai instumen penting dalam mendukung keberlangsungan lembaga.           Pengurus komunitas yang per tahunnya terjadi pergantian seharusnya menjadi simbolik bahwa rejuvenasi dalam lembaga harus  terus berlanjut sesuai dengan kebutuhan kader dan mengikuti perkembangan zaman.           Struktur kepengurusan yang dilahirkan cukup baik oleh generasi p...

SARJANA BERJIWA IBLIS ?

Penulis : Dude Sahabat yang memiliki cahaya akal sehat. Apa yang anda fikirkan tentang judul diatas? Apakah anda sudah ada bayangan dengan uraian dari tema diatas? Apakah anda penasaran dengan kalimat di atas? Apakah anda bertanya-tanya akan diarahkan kemana kalimat diatas? ataukah anda bertanya tentang hubungan antara sarjana dan iblis?,Dalam kesempatan ini penulis akan lebih jauh lagi mengajak para pembaca untuk memahami eksistensi sarjana. Tapi Sebelum diuraikan lebih jauh lagi, penulis selalu mengingatkan agar Cahaya akalnya selalu di aktifkan biar tidak baper apalagi sensitive,, “Seluk beluk status sarjana” Sarjana adalah orang yang telah menyelesaikan studi Pendidikan-nya level strata satu(S1). Atau singkatnya adalah sarjana adalah mantan mahasiswa. Sebelum kearah sarjana kita mesti kenal dan harus paham lebih dalam tentang mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa adalah orang yang menempuh pendidikannya di perguruan tinggi, atau singkatnya penulis menyebutnya mahasiswa adalah “kak...

CATATAN KOMUNITAS 1

  Oleh : Dude K omunitas merupakan sekelompok orang yang saling berinteraksi di dalam dengan tujuan tertentu. Di Indonesia yang namanya komunitas sangat banyak. Ada komunitas geng motor, ada komunitas taman baca, komunitas perantau dan sebagainya. Komunitas itu sendiri juga memiliki tujuan tergantung kemana mereka akan mengarahkan masa depannya. Pertanyaannya adalah anda masuk dalam komunitas mana?, sudah cocokah dengan kemauanmu dalam komunitas itu?. Dalam kesempatan ini penulis akan sedikit sharing tentang materi diatas. Sebelum memulai untuk menguraikan tentang judul diatas alangkah baiknya anda tarik nafas terlebih dahulu pun ada kopi sedup terlebih dahulu dan jangan lupa untuk mengaktifkan kembali  cahaya akal anda agar tidak baper apalagi sampai pada tahap sensitive. Dalam satu kesempatan tepatnya diwarung lampung,  penulis dan dua orang sahabatnya bernama Aris Adi Saputra dan Indra sedang sharing tentang pengalamannya dalam komunitas. Di sini kami sedan...