Oleh : Dude
Di dalam kehidupan
sehari-hari kita tidak akan terlepas dengan namanya kerja sama antara satu
dengan yang lainnya baik itu dengan cara kerja bakti, membantu orang yang lagi
kesusahan, membuat penghijauan di lingkungan bahkan saling mengingatkan dalam
kebaikan adalah bentuk kerja sama yang memiliki nilai tinggi.
Komunitas adalah tempat kerja sama.
Komunitas di tuntut untuk memberikan nilai-nilai positif kepada orang-orang
yang bernaung disitu. Sebuah keanehan jika ada orang yang tidak suka nilai
kebaikan misalnya sholat. Sholat itu merupakan ibadah pokok yang tidak bisa dan
tidak perlu banyak berpikir untuk melaukannya sebab ibadah itu adalah tiang
dari agama islam. Tapi jika pembaca membutuhkan penguatan dalam bentuk dalil
aqli akan di berikan tapi. Pertanyaannya adalah apakah anda sepakat bahwa
sholat itu wajib? Apakah anda yakin bahwa sholat itu bagian dari kebutuhan
manusia yang tidak bisa di lepaskan? Apakah anda yakin bahwa sholat merupakan kunci
yang peling penting dari banyaknya kunci lain? Apakah anda Yakini bahwa sholat
adalah aktivitas yang dilakukan oleh manusia sebagai bentuk untuk mendekatkan
diri kepada Tuhan-nya?. Sebelum lebih jauh membahas tentang itu aktifkan cahaya
akalnya agar kegelapan yaitu kebodohan bisa di sinari dengan hati yang membuka
dan menerima kebenaran.
Kita mungkin pernah mendengar bahwa jangan
paksakan orang lain untuk melakukan sholat. Biarkanlah ia melakukannya atas
nama kesadaran dirinya. biarakan ia mulai dengan kehendaknya. Biarkan ia
lakukan itu dengan niatnya sendiri. Sebab jika itu di lakukan dengan
kehendaknya sendiri/niatnya kan tidak ikhlas, itu artinya ia melakukannya
dengan suatu keterpakasaan, ia melakukannya dengan rasa takut. Saya yakin
sahabat pembaca pernah mendengar verbalisasi seperti di atas. Apalagi berada di
dalam suatu Lembaga sebut saja misalnya di Komunitas. Memaksakan untuk
melakukan sholat padahal bukan kehendak kita. Perlu di ketahui bukan suatu
kesalahan jika dalam suatu lembaga menerapkan hal demikian, sebab Lembaga itu
ada yang menjadi tujuan, bagi penulis sebuah kebaganggaan yang patut di syukuri
sebab penanaman nilai-nilai keislaman seperti sholat itu telah dilakukan
padahal itu kepada orang yang sudah dewasa. Bersyukurlah anda karena masih ada
orang yang mengarahkan serta menunjukan kepada kebaikan walau itu dalam bentuk
paksaan. Why? Sebab sifat kita yang dewasa telah menjadikan kita semakin ogois
dan semakin susah dan berat untuk melangkah dalam melakukan suatu kebaikan
misalnya sholat sebagai pokok dalam semua ibadah.
Uraian ini tidak mengarah kepada mereka yang belum melakukan sholat, juga bukan berarti adanya tulisan ini penulis dianggap sok tau, sok suci, mengajari mereka tentang arti penting sholat. Tapi penulis akan sharing dengan menggunakan dalil aqli sebab tidak semua orang bisa menerima dengan dalil naqli. Ada tipe orang yang ketika di berikan dalil naqli pun tidak akan percaya olehnya. Penulis akan coba membuka hal-hal yang masih ragu dalam jiwa tentang sholat itu sendiri dengan belajar dengan memberikan ilustrasi dalam kehidupan sehari-hari.
“Sholat
Itu Dari Hati?”
Perlu di ketahui sahabat yang beriman,
pada dasarnya ibadah itu harus di paksakan, bahkan bukan hanya lingkup ibadah
kegiatan apapun juga perlu di paksa, sebab dalam keadaan terpaksa itulah yang
membuat kita menjadi terbiasa. Di Komunitaslah tempat yang bagus karena disana
adalah tempat didik, dibina di arahkan. Apalah daya kita akan mulai belajar di
usia yang sudah dewasa. Tidak perlu di jadikan sebuah beban karena ada sebuah
ungkapan bahwa “belajar di waktu kecil seperti menulis diatas batu
belajar di waktu besar seperti menulis di atas ait”. Lihatlah begitu
sulitnya kita memulai di waktu usia yang sudah berumur, bayangkan saja qiyasan
dengan menyebutkan menulis diatas air, apakah kita bisa melakukannya?. Kalaulah
bukan dengan paksaan lantas bagaimana bisa kamu akan terbiasa dengan hal itu?
Orang selalu berdalil bahwa jangan
paksakan saya sholat “sholat itu seperti
makanan terserah kita mau makan atau tidak, tidak perlu dipaksakan”.
Bagaimana cara menjawabnya?
Jika
sholat di analogikan seperti makanan maka semua harus di lihar secara utuh
jangan stengan-stengah!.mari kita rasionalkan.
Perlu diketahui makanan adalah sumber pokok dari makhluk hidup mulai dari hewan, tumbuhan, manusia. Kesemuanya itu memerlukan yang namannya makanan. Sehingga dapat dikatakan bahwa makanan adalah “kebutuhan”. Kata kebutuhan harus di headline. Kebutuhan dan keinginan adalah dua hal yang berbeda, jangan sampai salah memaknai kedua kata ini. Kebutuhan merupakan sesuatu yang dibutuhkan, yang sangat di perlukan; yang menajdi bahan dasar; yang perlu di lengkapi sebagai syarat. Sedangkan keperluan adalah sifatnya tidak permanen ; hanya ketika diperlukan dalam kondisi tertentu ; tidak menjadi bahan dasar artinya keperluan itu sifatnya fleksibel. Dari sini jelaslah bahwa sholat merupakan kebutuhan dasar yang di perlukan oleh semua makhluk hidup tanpa kecuali. Quotes-tionnya adalah sholat seperti makanan yang menjadi kebutuhan manusia, jika tidak makan maka manusia akan lemah, lemah akan menghasilkan kematian karena tidak energi yang masuk dalam tubuh, begitulah sholat yang perlu ditunaikan sebagai bentuk syarat dasar dalam mempertahankan hidup.
Jawaban ke-dua adalah
seperti orang yang sedang sakit. Bayangkan diri kita yang sedang terbaring
karena mengalami penyakit misalnya muntaber. Sadar atau tidak
sadar orang yang sakit memiliki sifat dasar malas, nafsu makannya menurun,
lemah, pengennya tidak mau di paksakan oleh lingkungannya, ia hanya bisa
terbaring sesuai kenyamanan dia, termaksud makan dan tidaknya. Bagaimana
mungkin orang yang sedang sakit kita biyarkan dengan tidak membantu dia atau
memaksa agar makan hanya karena berdalil “ tidak mau pengen makan, rasa
makanan pahit, terserah makan atau tidak, makan itu dari hati”. Jika
orang di sekitarnya membiarkan hal itu terjadi maka kesimpulannya adalah ia
ingin melihat orang yang sedang sakit meninggalkan dunia ini, sebab tidak ada
energi yang masuk dalam perutnya yaitu makanan.
Begitu juga dengan sholat harus di biasakan
dengan memaksakan agar menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa di pisahkan
dengan tubuh sepeti layaknya makanan. Jadi, tidak ada alasan seseorang untuk menolak
bahkan tidak mau sholat.
Kita harus berterimakasih banyak karena
ada Lembaga yang mau memberikan kita jalan untuk melaksanakan sesuatu yang haq,
yang mana semua umat muslim sepakat akan kebenaran dan kewajiban dari sholat
itu sendiri. Suatu keistimewaan yang didapatkan karena telah berada di
lingkungan yang memberikan perhatian penuh kepada kita agar melaksanakan sholat
lima waktu.
Tidak
Sah Dong Kalau Di Paksakan?
Kalimat ini sering di lontarkan dan dijadikan sebagai dalil untuk berdiskusi kepada seseorang tentang sholat atau tidaknya seseorang. Bagimana cara menjawabnya. Perlu di ketahui ada verbalisasi yang sering kita dengarkan bahwa “sholat itu antara saya dengan Tuhan”, jadi ngapain urus itu?. benar jika di maknai secara literal, tapi jika di gali lebih jauh lagi hal itu mesti di ralat dalam determinasi seseorang. Kalau saja ada verbatim seperti itu maka harus di pahamami sah atau terimanya sholat itu yang nilai bukan manusia melaikan Tuhan juga. Lantas kenapa menjadi khawatir untuk melaksanakan sholat hanya karena persoalan terima atau tidak di terimanya sholat karena melaksanakannya bukan dari hati atau bukan kehendak sendiri.
Sebelum menutup tulisan ini penulis ingin
memberikan quotes bahwa : “sholatlah dan ikutilah dulu apa yang disampaikan
seseorang tentang sholat tanpa harus menunjukan pembuktiannya serta cari lebih
dalam mengenai sholat jika kamu masih
skeptis tanpa harus meninggalkan”.
SEMOGA BERMANFAAT!! SALAM AKAL SEHAT……!!
SELAMAT MEMBACA!!
Jika tidak sependapat atau punya postulat
lain silahkan tulis di koolom komentar
Comments
Post a Comment