Skip to main content

Entri yang Diunggulkan

Cara Mengatur Keuangan Pribadi untuk Pemula

  Mengatur keuangan pribadi itu penting banget, apalagi buat kita yang baru mulai belajar cari uang sendiri. Biar nggak boros dan bisa punya tabungan, yuk simak tips berikut ini! 1. Catat Semua Pemasukan dan Pengeluaran Ini langkah pertama yang wajib kamu lakukan. Catat semua uang yang masuk dan keluar, sekecil apapun itu. Kamu bisa pakai aplikasi keuangan di smartphone atau buku catatan biasa. Dengan mencatat, kamu jadi tahu kemana aja uangmu pergi setiap bulan. Contoh: Pemasukan: Gaji bulanan, uang jajan dari orang tua, hasil freelance. Pengeluaran: Makan sehari-hari, transportasi, hiburan, belanja online. 2. Buat Anggaran Bulanan Setelah tahu pengeluaranmu, buat anggaran bulanan. Alokasikan uangmu untuk kebutuhan pokok, tabungan, dan hiburan. Usahakan untuk disiplin mengikuti anggaran yang sudah dibuat. Contoh: 50% untuk kebutuhan pokok (makan, transportasi, tempat tinggal) 30% untuk keinginan (hiburan, belanja) 20% untuk tabungan dan investasi 3. Prioritaskan Kebutuhan daripada...

MAKALAH PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM II TINTA PERADABAN

 

MAKALAH

Di ajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah

PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Konsep dasar, Fungsi, dan Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Dosen Pengampu : Aldo Redho Syam M.PdI




 

Penyusun :

Hari Kurniawan

:

18112171

Azizah Triana Putri

:

18112131

Rudiman

:

18112114

 

 

 

 

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO

2022



KATA PENGANTAR

 

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah banyak memberikan beribu-ribu nikmat kepada kita umatnya. Sholawat beserta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita, pemimpin akhir zaman yang sangat dipanuti oleh pengikutnya yakni Nabi Muhammad SAW.

Makalah berjudul “Konsep dasar, Fungsi, dan Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam” ini sengaja di bahas karena sangat Penting untuk kita khususnya sebagai mahasiswa yang berada di jurusan Pendidikan Agama Islam yang akan menjadi seorang guru yang akan mengajar di sekolah yang akan mengajarkan ilmu pendidikan islam. Tentu Pendidikan disini merupakan suatu proses bagaimana agar pendidik mengalami perubahan dalam segi kepribadiannya, pengetahuanya dan aspek lain yang ada potensi pada dirinya itu.

Selanjutnya, penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan Arahan, serta Bimbingan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tidak lupa juga kepada  Bapak Aldo Redho Syam M.PdI. selaku dosen Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum PAI, untuk memberikan sarannya kepada kami agar penyusunan makalah ini lebih baik lagi.

Demikian, semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi penyusun dan umumnya semua yang membaca makalah ini.

 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

 

Ponorogo, 09 Februari 2022

 

 

 

 

 

Penyusun

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR ....................................................................

ii

DAFTAR ISI ..................................................................................

iii

 

BAB 1. PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG..................................................................

 

 

1

B. RUMUSAN MASALAH..............................................................

1

C. PEMBAHASAN MASALAH......................................................

1

 

BAB II. PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KOSEP PERENCANAAN PEMBELAJARAN

 

 

2

B. DIMENSI-DIMENSI PENGAJARAN........................................

4

a. KARAKTERISITIK PERENCANAAN PENDIDIKAN......

6

C. TUJUAN DAN FUNGSI PEMBELAJARAN...........................

7

a. DASAR PERLUNYA PERENCANAAN PEMEBLAJARA

8

b. MANFAAT PERENCANAAN PEMBELAJARAN.....

9

c. JENIS-JENIS PERENCANAAN ......................................

10

 

BAB III. PENUTUP

A. KESIMPULAN     .......................................................................

 

 

18

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................

19

 

 


 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.            Latar Belakang Masalah

 

Perencanaan adalah pemikiran sebelum pelaksanaan sesuatu tugas.  Jadi Perencanaan Pengajaran berarti pemikiran tentang penerapan prinsip- prinsip umum mengajar tersebut. di dalam pelaksanaan tugas mengajar  dalam suatu situasi interaksi guru dan murid, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

Perencanaan pembelajaran didasari oleh beberapa konsep. Konsep-konsep itu dibahas pada awal usaha menguraikan perencanaan pendidikan ini, dengan maksud agar pemahaman tentang perencanaan lebih mudah dan lebih mendalam.

Selain itu setiap uraian yang didasari oleh konsep tertentu mempunyai ciri tersendiri, walaupun uraian itu mempunyai tujuan yang sama. Dengan demikian konsep-konsep yang dipilih akan memberikan warna kepada perencanaan ini. Oleh karena itu, dalam makalah ini  akan  dibahas penjelasan tentang konsep dasar perencanaan pembelajaran, Fungsi perencanaan pembelajarana,Rencana pelaksanaan Pembelajaran, Prinsip Penyusunan RPP PAI, Pengembangan kurikulum PAI dalam bingkai K13, Contoh Kurikulum K13.

 

B.      Rumusan Masalah

1.     Apa pengertian konsep dasar perencanaan Pembelajaran ?

2.     Apa saja fungsi perencanaan Pembelajaran?

3.     Apa Tujuan dan Fungsi Perencanaan Pembelajaran?

4.     Apa prinsip penyusunan RPP PAI?

 

C.     Pembahasan Masalah

1.      Mengetahui pengertian konsep perencanaan mengajar

2        Mengetahui apa saja dimensi-dimensi perencanaan pengajaran

3        Mengetahui Tujuan dan fungsi perencanaan pembelajaran

4        Mengetahui Prinsip penyusunan RPP PAI

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.   Pengertian Konsep dasar Perencanaan Pembelajaran

 

Perencanaan bermakna sangat kompleks. Perencanaan didefinisikan dalam berbagai macam ragam tergantung dari sudut pandang mana melihat, serta latar belakanag apa yang mempengaruhi orang tersebut dalam merumuskan definisi. Diantara beberapa definisi tersebut dirumuskan sebagai berikut:

 

1.    Menurut Prajudi Atmusudirdjo, perencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang sesuatu yang akan dijalankan dalam mencapai tujuan tertentu, oleh siapa dan bagaimana.

2.     Perencanaan dalam arti seluas-luasnya tidak lain adalah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.

3.     Perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan berbagai keputusan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

 

Sedangkan pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri atas berbagai komponen yang saling berhubungan dan mempengaruhi. Komponen tersebut mencakup pendidik, peserta didik, materi, metode, dan evaluasi.

Pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan  oleh para guru dalam membimbing, membantu dan mengarahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman dan mengarahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman belajar. Dengan kata lain pembelajaran adalah suatu cara bagaimana mempersiapkan pengalaman belajar bagi peserta didik.

Sampai saat ini riset tentang perencanaan pembelajaran masih jarang, tetapi beberapa konsep dapat membantu guru dalam meningkatkan  efektifitas pembuatan perencanaan pengajaran. Konsep  tersebut mengandung dua pemikiran utama, yaitu proses pengambilan keputusan dan pengetahuan profesional tentang proses pengajaran. Keputusan  yang  diambil oleh guru bisa bermacam-macam, mulai dari yang sederhana sampai pada tingkat yang komplek. Berdasarkan uraian diatas, konsep perencanaan pembelajaran dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, yaitu:

1.        Perencanaan pembelajaran sebagai teknologi adalah suatu perencanaan yang mendorong penggunaan teknik-teknik yang dapat mengembangkan tingkah laku kognitif dan teori-teori konstruktif terhadap solusi dan problem-problem pengajaran.

2.          Perencanaan pembelajaran sebagai suatu sistem adalah subuah susunan dari sumber-sumber dan prosedur-prosedur untuk menggerakkan pembelajaran. Pengembangan sistem pengajaran melalui proses yang sistematik selanjutnya diimplementasikan dengan mengacu pada sistem perencanaan itu.

3.          Perencanaan pembelajaran sebagai sebuah disiplin adalah cabang dari pengetahuan yang senantiasa memperhentikan hasil-hasil penelitian dan teori tentang strategi pengajaran dan implementasinya terhadap strategi tersebut.

4.          Perencanaan pembelajaran sebagai sains (science) adalah mengkreasi secara detail spesifikasi dari pengembangan, implementasi, evaluasi, dan pemeliharaan akan situasi maupun fasilitas pembelajaran terhadap unit- unit yang luas maupun yang lebih sempit dari materi pelajaran dengan segala tingkatan kompleksitasnya.

5.          Perencanaan pembelajaran sebagai sebuah proses adalah mengembangkan pengajaran secara sistematik yang digunakan secara khusus atas dasar teori-teori pembelajaran dan pengajaran untuk menjamin kualitas pembelajaran. Dalam perencanaan ini dilakukan analisis kebutuhan dari proses belajar dengan alur yang sistematik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Termasuk di dalamnya melakukan evaluasi terhadap materi pelajaran dan aktifitas-aktifitas sistematik.

6.          Perencanaan pembelajaran sebagai sebuah realitas adalah ide pengajaran dikembangkan dengan memberikan hubungan pengajaran dari waktu ke waktu dalam suatu proses yang dikerjakan perencana dengan mengecek secara cermat bahwa semua kegiatan telah sesuai dengan tuntutan sains dan dilaksanakan secara sistematik.

 

Beberapa definisi perencanaan pembelajaran menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

Definisi yang dikemukakan oleh Guruge (1972) bahwa: “A simple definision of educational planning is the process of preparing decisions for action in the future in the field of educational development is the funtion of educational planning”. Dengan demikian menurut Guruge bahwa perencanaan pembelajaran adalah proses mempersiapkan kegiatan di masa depan dalam bidang pembangunan pendidikan adalah tugas perencanaan pendidikan

1.  Definisi yang lain sebagaimana dikemukakan oleh Albert Waterston bahwa: “Functional planning involves the application of a  rational  system of choices among feasibel cources of educational invesment and the other development actions based on a consideration of economic and social cost and benefits”. Atau dengan kata lain bahwa perencanaan pembelajaran adalah investasi pendidikan yang dapat dijalankan dan kegiatan-kegiatan pembangunan lain yang didasarkan atas pertimbangan ekonomi dan biaya serta keuntungan sosial.

 

2.  Menurut Coombs (1982) bahwa perencanaan pembelajaran adalah suatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien serta sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para peserta didik dan masyarakatnya.

Dalam konteks pengajaran, perencanaan dapat diartikan  sebagai proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media, pendekatan dan metode pembelajaran, dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. konsep perencanaan pengajaran dapat dilihat dari  berbagai  sudut pandang, yaitu:5

1.  Perencanaan pengajaran sebagai teknologi

2.  Perencanaan pengajaran sebagai suatu sistem

3.  Perencanaan pengajaran sebagai sebuah

4.  Perencanaan pengajaran sebagai sains (science)

5.  Perencanaan pengajaran sebagai sebuah proses

6.  Perencanaan pengajaran sebagai sebuah realitas

Dengan mengacu kepada berbagai sudut pandang tersebut, maka perencanaan program pengajaran harus sesuai dengan konsep  pendidikan dan pengajaran yang dianut dalam kurikulum. Penyusunan program pengajaran sebagai sebuah proses, disiplin ilmu pengetahuan, realitas,  sistem dan teknologi pembelajaran bertujuan agar pelaksanaan pengajaran berjalan dengan efektif dan efisien. Kurikulum khususnya silabus menjadi acuan utama dalam penyusunan perencanaan program pengajaran, namun kondisi sekolah/madrasah dan lingkungan sekitar, kondisi siswa dan guru merupakan hal penting jangan sampai diabaikan.

B.  Dimensi-Dimensi Perencanaan

Dimensi perencanaan pembelajaran yakni berkaitan dengan cakupan dan sifat-sifat dari beberapa karakteristik yang ditemukan dalam perencanaan pengajaran. Pertimbangan terhadap dimensi-dimensi itu memungkinkan diadakannya perencanaan komprehensif yang menalar dan efesien, yakni:

1.     Signifikan

Tingkat signifikansi tergantung apada tujuan pendidikan yang diajukan dana signifikansi dapat ditentukan berdasarkan kriteria-kriteria yang dibangun selama proses pembelajaran.

2.     Fleksibilitas

Maksudnya adalah bahwa perencanaan harus disusun berdasarkan pertimbangan realistis baik yang berkaitan dan biaya maupun pengimplementasiannya.

3.     Relevansi

Konsep relevansi berkaitan dengan jaminan bahwa perencanaan memungkinkan penyelesaian persoalan secara lebih spesifik pada waktu yang tepat agar dapat dicapai tujuan spesifik secara optimal.

4.     Kepastian

Konsep kepastian diharapkan dapat mengurangi kejadian-kejadian yang tidak terduga.

5.     Ketelitian

Prinsip utama yang perlu diperhatikan ialah agar perencanaan pengajaran disusun dalam bentuk yang sederhana, serta perlu diperhatikan secra sensitif kaitan-kaitan yang pasti terjadi antar berbagai komponen.

6.     Adaptabilitas

Perencanaan pengajaran bersifat dinamis, sehingga perlu senantiasa mencari informasi sebagai umpan balik.

7.     Waktu

Faktor yang berkaitan dengan waktu yang cukup banyak, selain keterlibatan perencanaan dalam memprediksi masa depan, juga validasi dan readibilitas analisis yang dipakai, serta kapan untuk menilai kebutuhan kependidikan masa kini dalam kaitannya dengan masa mendatang.

8.     Monitoring atau pemantauan

Monitoring merupakan mengembangkan criteria untuk menjamin bahwa berbagai komponen bekerja secara efektif.

9.     Isi perencanaan

Isi perencanaan merujuk pada hal-hal yang akan direncanakan.

Perencanaan pengajaran yang baik perlu memuat:

 

a.    Tujuan apa yang diinginkan atau bagaimana cara mengorganisasi aktivitas belajar dan layanan-layanan pendukungnya.

b.    Program dan layanan, atau bagaimana cara mengorganisasi aktivitas belajar dan layanan-layanan pendukungnya.

c.     Tenaga manusia, yakni mencakup cara-cara mengembangkan prestasi, spesialisasi, perilaku, kompetensi, maupun kepuasan mereka.

d.    Keuangan, meliputi rencana pengeluaran dan penerimaan.

e.    Bangunan fisik mencakup tentang cara-cara penggunaan pola distribusi dan kaitannya dengan pengembangan psikologis.

f.      Struktur organisasi, maksudnya bagaimana cara mengorganisasi dan manajemen operasi dan pengawasan program dan aktivitas kependidikan yang direncanakan.

g.    Konteks sosial atau elemen-elemen lainnya yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan pengajaran.

 

Hal ini menunjukkan bahwa guru harus mempersiapkan perangkat yang harus     dilaksanakan     dalam     merencanakan     program.     Hidayat     (1990) mengemukakan bahwa perangkat yang harus dipersiapkan dalam perencanaan pembelajaran antara lain:

1.      Memahami kurikulum

2.      Menguasai bahan ajar

3.      Menyusun program pengajaran

4.      Melaksanakan program pengajaran

5.      Menilai program pengajaran dan hasil proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan

 

Dalam pembelajaran berbasis kompetensi perlu ditentukan standar kompetensi yang harus dikuasai siswa. Komponen materi pokok pembelajaran berbasis kompetensi meliputi:

1.      Kompetensi yang akan dicapai

2.       Strategi penyampaian untuk mencapai kompetensi

3.       System evaluasi atau penilaian yang digunakan untuk menentukan keberhasilan siswa dalam mencapai kompetensi.

Komponen minimal pembelajaran berbasis kompetensi adalah:

1.     Pemilihan dan perumusan kompetensi yang tepat

2.     Spesifikasi indikator penilaian untuk menentukan pencapaian kompetensi

3.     Pengembangan sistm pencapaian yang fungsional dan relevan dengan kompetensi dan sistem penilai

 

a. Karakteristik Perencanaan Pendidikan

Karakteristik perencanaan pendidikan ditentukan oleh konsep dan pemahaman tentang pembelajaran. Pembelajaran mempunyai ciri  unik dalam kaitanya dengan pembangunan nasional dan mempunyai ciri khas karena yang menjadi muara garapannya adalah manusia. Dengan mempertimbangkan ciri-ciri pembelajaran dalam perannya dalam proses pembangunan,maka perencanaan pembelajaran, mempunyai ciri-ciri seperti antara lain :

1.   Perencanaan pembelajaran harus mengutamakan nilai-nilai manusiawi, karena pembelajaran itu membangun manusia yang harus mampu membangun dirinya dan masyarakatnya.13

2.   Perencanaan pembelajaran harus memberikan kesempatan untuk memngembangkan segala potensi pesrta didik se-optimal mungkin.

3.   Perencanaan pembelajaran harus memberikan kesempatan yang sama bagi setiap peserta didik.

4.   Perencanaan pembelajaran harus komprehensip dan sistematis  dalam arti tidak praktikal atau segmentaris tapi menyeluruh dan terpadu serta

di susun secara logis dan rasional serta mencakup berbagai jalur, jenis dan jenjang pendidikan.

5.   Perencanaan pembelajaran harus diorientasi pada pembangunan, dalam arti bahwa program pendidikan haruslah ditujukan untuk membantu mempersiapakan man power (SDM) yang dibutuhkan oleh berbagai sektor pembangunan.

6.   Perencanaan pembelajaran harus dikembangkan dengan memperhatikan keterkaitanya dengan berbagai komponen pendidikan secara sistematis.

7.   Perencanaan pembelajaran harus menggunakan resources secermat mungkin karena resources yang tersedia adalah langka.

8.   Perencanaan pembelajaran haruslah berorientasi kepada masa datang, karena pembelajaran adalah proses jangka panjang dan jauh  menghadapi masa depan.

9.   Perencanaan pembelajaran haruslah kenyal dan responsif terhadap kebutuhan yang berkembang di masyarakat, tidak setatis tapi dinamis.

10.  Perencanan pembelajaran haruslah merupakan sarana untuk mengembangkan inovasi pendidikan hingga pembaharuan  terus menerus berlangsung.

 

C. Tujuan dan Fungsi Perencanaan Pembelajaran

1.      Tujuan :

Menguasai sepenuhnya bahan dan materi ajar, metode  dan penggunaan alat dan perlengkapan pembelajaran, menyampaikan kurikulum atas dasar bahasan dan mengelola alokasi waktu yang tersedia dan membelajarkan siswa sesuai yang diprogramkan.

 

2.                    Fungsi :

a.         Memberi guru pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan pendidikan sekolah  dan   hubungannya   dengan   pembelajaran   yang  dilaksanakan untuk mencapai tujuan tersebut.

b.         Guru memperjelas pemikiran tentang pembelajarannya terhadap pencapaian tujuan pendidikan.

c.         keyakinan guru atas nilai-nilai pembelajaran yang diberikan dan prosedur yang dipergunakan.

d.         Kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar Membantu guru dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan siswa, minat-minat  siswa, dan mendorong motivasi belajar

e.         Mengurangi dengan adanya organisasi yang baik dan metoda yang  tepat.

f.          Membantu guru memelihara kegairahan mengajar dan senantiasa memberikan bahan- bahan yang up to date kepada siswa.

 

a.   Dasar Perlunya Perencanana Pembelajaran

Perlunya perencanana pembelajaran sebagiamana disebutkan diatas, dimaksudkan agar dapat dicapai perbaikan pembelajaran. Upaya perebaikan pembelajaran ini dilakukan dengan asumsi sebagai berikut:

1.   Untuk memperbaiki kualitas pembelajaran perlu diawali dengan perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan adanya desain pembelajaran.

2.   Untuk merancang suatu pembelajaran perlu menggunakan pendekatan sistem.

3.   Perencanaan desain pembelajaran diacukan pada bagaimana seseorang belajar.

4.   Untuk merencanakan suatu desain pembelajaran diacukan pada siswa secara perseorangan.

5.   Pembelajaran yang dilakukan akan bermuara pada ketercapaian tujuan pembelajaran, dalam hal ini akan ada tujuan langsung  pembelajaran, dan tujuan pengiring dari pembelajaran.

6.   Sasaran akhir dari perencanaan desain pembelajaran adalah mudahnya siswa untuk belajar.

7.   Perencanaan pembelajaran harus melibatkan semua variabel pembelajaran.

8.   Inti dari desain pembelajaran yang dibuat adalah penetapan metode pembelajaran yang optimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Tiga prinsip yang perlu dipertimbangkan dalam upaya menetapkan metode pembelajaran:

1.         Tidak ada satu metode pembelajaran yang unggul untuk semua tujuan dalam semua kondisi.

2.         Metode pembelajaran yang berbeda memiliki pengaruh yang berbeda dan konsistensi pada hasil pembelajaran.

3.         Kondisi pembelajaran bisa memiliki pengaruh yang konsisten pada hasil pengajaran

 

b.  Manfaat Perencanaan Pembelajaran

Perencanaan pembelajaran memainkan peran penting dalam memandu guru untuk melaksanakan tugas sebagai pendidik  dalam  melayani kebutuhan belajar siswanya. Perencanaan pembelajaran juga dimaksudkan sebagai langkah awal sebelum proses pembelajaran berlangsung.

Terdapat beberapa manfaat perencanaan pembelajaran dalam proses belajar mengajar yaitu:

1.         Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.

2.         Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiapunsur yang terlibat dalam kegiatan.

3.         Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun  unsur murid.

4.         Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan kelambatan kerja.

5.         Untuk bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja.

6.         Untuk menghemat waktu, tenaga, alat-alat, dan biaya.

Sedangkan penerapan konsep dan prinsip pembelajaran berbasis kompetensi diharapkan bermanfaat untuk:

1.         Menghindari duplikasi dalam memberikan materi pelajaran.

Dengan menyajikan materi pelajaran yang benar-benar relevan dengan kompetensi yang ingin dicapai, dapat dihindari terjadinya duplikasi dan pemberian materi pelajaran yang terlalu banyak.

2.         Mengupayakan konsistensi kompetensi yang ingin dicapai mengajarkan suatu mata pelajaran.

Dengan kompetensi yang telah ditentukan secara tertulis,  siapapun  yang mengajarkan mata pelajaran tertentu.

3.         Meningkatkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, kecepatan, dan kesempurnaan siswa.

4.         Membantu mempermudah pelaksanaan akreditasi. Pelaksanaan akreditasi akan lebih dipermudah dengan menggunakan tolok ukur standar kompetensi

5.         Memperbarui sistem evaluasi dan laporan hasil belajar siswa. Dalam pembelajaran berbasis kompetensi, keberhasilan siswa diukur dan dilaporkan berdasar pencapaian kompetensi atau subkompetensi  tertentu, bukan didasarkan atas perbandingan dengan hasil belajar siswa yang lain.

6.         Memperjelas komunikasi dengan siswa tentang tugas, kegiatan, atau pengalaman belajar yang harus dilakukan, dan cara yang digunakan untuk menentukan keberhasilan belajarnya.

7.         Meningkatkan akuntabilitas publik. Kompetensi yang telah disusun, divalidasikan, dan dikomunikasikan kepada publik, sehingga dapat digunakan untuk mempertanggung-jawabkan kegiatan pembelajaran kepada publik.

8.      Memperbaiki sistem sertifikasi. Dengan perumusan kompetensi yang lebih spesifik dan terperinci, sekolah/madrasah dapat mengeluarkan sertifikat atau transkrip yang menyatakan jenis dan aspek kompetensi yang dicapai.

c.    Jenis-jenis Perencanaan

1.       Silabus

Merupakan seperangkat rencana dan pengaturan kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar. Silabus harus disusun secara sistematis dan berisikan komponen-komponen yang saling berkaitan untuk memenuhi target pencapaian Kompetensi Dasar.

2.       Standar Kompetensi

Merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam suatu bidang pengembangan.

3.       Kompetensi Dasar

Merupakan pernyataan yang diharapkan dapat diketahui, disikapi dan dilakukan peserta didik

4.       Hasil Belajar

Merupakan pernyataan kemampuan peserta didik yang diharapkan dalam menguasai sebagian atau seluruh kompetensi yang dimaksud.

5.       Indikator

Merupakan kompetensi dasar yang lebih spesifik dan operasional yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran.

9.         Perencanaan Semester

Merupakan program pembelajaran yang dipetakan berisi jaringan tema, bidang pengembangan, kompetensi dasar, hasil belajar, dan indikator yang ditata secara urut dan sistematis, alokasi waktu yang diperlukan untuk setiap jaringan tema, dan sebarannya ke dalam semester 1 dan 2.

6.       Perencanaan Mingguan

Disusun dalam bentuk satuan kegiatan mingguan (SKM). SKM merupakan penjabaran dari perencanaan semester yang berisi kegiatan- kegiatan dalam rangka mencapai indikator yang telah direncanakan dalam satu minggu sesuai dengan keluasan pembahasan tema dan subtema.

7.       Perencanaan Harian

Disusun dalam bentuk satuan kegiatan harian (SKH). SKH merupakan penjabaran dari satuan kegiatan mingguan (SKM). SKH memuat kegiatan-kegiatan pembelajaran, baik yang dilaksanakan secara individual, kelompok, maupun klasikal dalam satu hari.

 

Kegiatan awal merupakan kegiatan untuk pemanasan dan dilaksanakan secara klasikal. Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain, misalnya berdoa/mengucap salam, membicarakan tema atau subtema, dan sebagainya.

 

Kegiatan inti merupakan kegiatan yang dapat mengaktifkan perhatian, kemampuan, sosial dan emosional anak. Kegiatan ini dapat dicapai melalui kegiatan yang memberi kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi dan bereksperimen sehingga dapat memunculkan inisiatif, kemandirian dan kreativitas anak, serta kegiatan yang dapat meningkatkan pengertianpengertian, konsentrasi dan mengembangkan kebiasaan bekerja yang baik.

 

Istirahat/Makan merupakan kegiatan yang digunakan untuk mengisi kemampuan anak yang berkaitan dengan makan, misalnya mengenalkan kesehatan, makanan yang bergizi, tata tertib makan yang diawali dengan  cuci tangan kemudian makan dan berdoa sebelum dan sesudah makan. Setelah kegiatan makan selesai, anak melakukan kegiatan bermain dengan alat permainan di luar kelas dengan maksud untuk mengembangkan motorik kasar anak dan bersosialisasi

Kegiatan akhir merupakan kegiatan penenangan yang dilaksanakan secara klasikal. Kegiatan yang dapat diberikan pada kegiatan  akhir, misalnya membacakan cerita dari buku, mendramatisasikan suatu cerita.

 

d.   Prinsip Penyusunan RPP PAI Dalam Bingkai kurikulum K13

1.        Setiap RPP harus secara utuh memuat kompetensi dasar sikap spiritual (KD dari KI-1), sosial (KD dari KI-2), pengetahuan (KD dari KI-3), dan keterampilan (KD dari KI-4).

2.        Satu RPP dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.

3.        Memperhatikan perbedaan individu peserta didik. RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan kemampuan awal, Tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.

4.        Berpusat pada peserta didik

Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar, menggunakan pendekatan saintifik meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan.

5.         Berbasis konteks

Proses pembelajaran yang menjadikan lingkungan sekitarnya sebagai sumber belajar.

6.        Berorientasi kekinian

Pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan nilai-nilai kehidupan masa kini.

7.        Mengembangkan kemandirian belajar

Pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk belajar secara mandiri.

8.        Memberikan umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran

RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.

9.        Memiliki keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi dan/atau antarmuatan

10.     RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara KI, KD, indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.

11.     Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Contoh RPP Dalam bingkai Kurikulum K13

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

 

Sekolah                     :  SMP Muhammadiyah 1 Madiun      

Mata Pelajaran          :  Pendidikan Agama Islam

Kelas/ Semester        :  VII/Satu

Materi Pokok            :  Semangat Menuntut Ilmu

Alokasi Waktu         :   3 pertemuan (9 JP)

 

A.           Kompetensi Inti

 

KI 1

:

Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

KI 2

:

Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

KI 3

:

Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI 4

:

Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

 

 

B.       Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

No.

Kompetensi Dasar

Indikator Pencapaian Kompetensi

1.

1.1       Menghayati Al-Quran sebagai implementasi dari pemahaman rukun iman.

2.

2.7  Menghargai perilaku semangat menuntut ilmu sebagai implementasi dari pemahaman sifat Allah (Al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’, dan al-Bashir) dan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55):33 serta hadis terkait

3.

3.3  Memahami isi kandungan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55):33, serta hadis terkait tentang menuntut ilmu.

3.3.1 1. Menerjemahkan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 serta hadis tentang menuntut ilmu

3.3.2 2. Menjelaskan kandungan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 serta hadis tentang menuntut ilmu.

3.3.3 3. Menunjukkan  cara menghargai perilaku semangat menuntut ilmu sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 serta hadis terkait.

3.3.44. Menampilkan perilaku semangat menuntut ilmu sebagaimana terkandung dalam Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 serta hadis terkait.

4.

4.3.1 Membaca Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 dengan tartil

4.3.1.11. Membaca Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 dengan baik dan benar.

4.3.1.  2. Mendemonstrasikan pembacaan Q.S. Al-Mujadilah (58):11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 dengan tartil.

4.3.1.3 3. Menjelaskan hukum bacaan mad sebagaimana terkandung dalam Q.S. Al-Mujadilah (58):11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 dengan benar.

4.3.1.4  4. Mengidentifikasi hukum bacaan mad dalam Q.S. Al-Mujadilah (58):11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33

5.

4.3.2  Menunjukkan hafalan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 dengan lancar

4.3.2.1 1. Menghafal Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 secara bertahap.

4.3.2.2 2. Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 dengan lancar.

 

C.      Tujuan Pembelajaran

1        Pertemuan 1

Setelah mengikuti proses pembelajaran peserta didik diharapkan dapat:

a            Membaca Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 dengan baik dan benar.

b           Mendemonstrasikan pembacaan Q.S. Al-Mujadilah (58):11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 dengan tartil.

c            Menjelaskan hukum bacaan mad sebagaimana terkandung dalam Q.S. Al-Mujadilah (58):11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 dengan benar.

d           Mengidentifikasi hukum bacaan mad dalam Q.S. Al-Mujadilah (58):11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33

 

2        Pertemuan 2

Setelah mengikuti proses pembelajaran peserta didik diharapkan dapat:

a            Menghafal Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 secara bertahap.

b           Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 dengan lancar.

 

3.         Pertemuan 3

Setelah mengikuti proses pembelajaran peserta didik diharapkan dapat:

a            menerjemahkan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 serta hadis tentang menuntut ilmu.

b            menjelaskan kandungan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 serta hadis tentang menuntut ilmu.

c            menunjukkan cara menghargai perilaku semangat menuntut ilmu sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 serta hadis terkait.

d           menampilkan perilaku semangat menuntut ilmu sebagaimana terkandung dalam Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 serta hadis terkait.

 

D.    Materi Pembelajaran

1        Pertemuan 1

a                Bacaan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33.

b               Pengertian Hukum Bacaan Mad.

c                Macam-Macam Hukum Bacaan Mad.

2        Pertemuan 2

a                Bacaan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33

3        Pertemuan 3

a                Terjemahan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33

b               Kandungan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33

 

E.     Metode Pembelajaran

1      Pendekatan Saintifik

2      Model Pembelajaran Problem Solving

3      Model Pembelajaran Diskoveri

 

F.       Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran

             1.   Media

a.  Video Pembelajaran Al-Quran

b.  CD Pembelajaran Tajwid Interaktif

c.  Power Point

        2.   Alat dan Bahan

a.   Laptop

         b.   LCD Projector

         c.   Kartu berpasangan (matching card) lafadz dan artinya

 

 3.  Sumber Belajar

a.       Muhammad Ahsan dkk. 2013. Pendidikan Islam dan Budi Pekerti SMP/MTs kelas VII. Jakarta: ESIS Erlangga.

b.      Mustahdi dan Sumiyati. 2013. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 

G.      Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran   

1.      Pertemuan 1

     a.     Pendahuluan  (15 menit)

1)      Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat.

2)     Guru memulai pembelajaran dengan pembacaan al-Quran surah dan ayat pilihan yang dipimpin oleh salah seorang peserta didik.

3)     Guru memperhatikan kesiapan diri peserta didik dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kehadiran, kerapian pakaian, posisi, dan tempat duduk peserta didik.

4)     Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif yang berkaitan  dengan  materi pembelajaran.

5)     Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapa

6)     Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk secara berkelompok.

7)     Menyampaikan tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam pembelajaran.

 

b.     Kegiatan inti (90 menit)

1)            Mengamati:

a.               Peserta didik menyimak contoh pembacaan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 oleh guru atau peserta didik yang fasih atau yang ditayangkan atau diperdengarkan oleh media.

b.              Peserta didik memperhatikan audio visual pada layar LCD tentang contoh bacaan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 secara tartil.

c.               Peserta didik dalam satu kelompok saling menyimak bacaan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 yang dibaca anggota kelompoknya secara bergantian.

d.              Secara berkelompok peserta didik mengkaji berbagai literatur yang telah disiapkan untuk memahami hukum bacaan mad, yang berkaitan dengan pengertian, cara membaca, dan contohnya.

e.               Peserta didik memperhatikan penjelasan guru sebagai penguatan pemahaman tentang hukum bacaan mad melalui media tayangan audio visual atau demonstrasi guru sendiri.

2)            Menanya:

a.       Setiap kelompok mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan bacaan yang telah disimak atau tayangan audio visual yang telah disaksikan.

b.       Peserta didik saling mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

3)             Mengeksplorasi:

a.       Setiap kelompok berdiskusi tentang pertanyaan-pertanyaan pilihan (yang telah ditentukan oleh siswa dan guru) yang berkaitan dengan bacaan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33.

b.      Setiap kelompok berdiskusi dengan pertanyaan-pertanyaan pilihan yang berkaitan dengan hukum bacaan mad.

4)             Mengasosiasi:

a.        Peserta didik menunjukkan solusi atas pertanyaan atau masalah yang diajukan oleh peserta didik.

b.      Dengan bimbingan guru, peserta didik membuat kesimpulan tentang bacaan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33.

5)             Mengkomunikasikan:

a.       Setiap kelompok secara bergiliran mempresentasikan hasil diskusinya.

b.      Setiap kelompok memberikan tanggapan atas presentasi kelompok lainnya.

 

     Penutup (15 menit)

 

1.      Guru melakukan post test terhadap pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran.

2.      Guru bersama-sama para peserta didik melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.

3.      Guru memberikan reward kepada “kelompok peserta didik terbaik”.

4.      Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

5.      Guru memberikan tugas mandiri kepada peserta didik berkaitan dengan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

6.      Guru bersama-sama para peserta didik menutup pelajaran dengan berdoa.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.  Kesimpulan

Perencanaan adalah proses penetapan daan pemanfaatan sumber daya secara terpadu yang diharapkan dapat menunjang kegiatan kegiatan dan upaya-upaya yang akan dilaksanakan secara efesien dan efektif dalam mencapai tujuan. Pembelajaran adalah proses yang diatur sedemikian rupa menurut langkah-langkah tertentu agar pelaksanaannya mencapai hasil yang diharapkan. Keberhasilan suatu proses pembelajaran sangat ditentukan oleh rencana yang dibuat guru, oleh karena itu komponen-komponen dalam perencanaan belajar harus disusun atau dikembangkan secara sistematis dan sistemik.

Perencanaan pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu rangkaian yang saling berhubungan dan saling menunjang antara berbagai unsur atau komponen yang ada didalam pembelajaran, atau dengan pengertian  lain yaitu suatu proses mengatur, mengkoordinasi, dan menetapkan unsure-unsur atau komponen-komponen pembelajaran. Dalam menyusun perencanaan pembelajaran harus memperhatikan langkah-langkah, karakteristik dan faktor-faktor yang lain.

Demikian makalah yang kami susun, tentunya dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, karena itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan guna memperbaiki makalah ini dan selanjutnya. Dan semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan kita  dan juga bermanfaat.

 

 

 

 


. DAFTAR PUSTAKA

 

 

Abdah, M. G. (2019). Ragam Pendekatan dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI). FONDATIA3(1), 27-41.

 

Ananda, R., & Amiruddin, A. (2019). Perencanaan pembelajaran.

Anwar, R. N., & Zaenullah, Z. (2020). “Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Anak Berkebutuhan Khusus”. Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education)8(1), 56-66.

Astuty, W., & Suharto, A. W. B. (2021). “Desain Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Daring dengan Kurikulum Darurat”. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam9(1), 81-96.

Bararah, I. (2017). Efektifitas perencanaan pembelajaran dalam pembelajaran pendidikan agama islam di sekolah. Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam7(1), 131-147.

Fathorrozy, F. (2019). “Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam”.

Fathurrohman, A., & Nurhadi, M. (2016). Perencanaan Pembelajaran Guru Sekolah Dasar dalam Materi Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Pasuruan. At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah5(2), 219-242.

http://mardiatiaceh.wordpress.com/2013/05/09/makalah-perencanaan-pembelajaran/.29 September 2013, 11.30 WIB

Irsad, M. (2016). Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Di Madrasah (Studi Atas Pemikiran Muhaimin. Jurnal Iqra': Kajian Ilmu Pendidikan1(2), 230-245.

Jaya, F. (2019). “Perencanaan Pembelajaran”.

Maftuhin, M., & Fuad, A. J. (2018). Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Anak Berkebutuhan Khusus. Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi3(1).

Majid, Abdul, Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2011.

Made Pidarta, “Perencanaan Pendidikan Partisipatori  Dengan Pendekatan Sistem”, (Jakarta: Asdi Mahasatya, 2005), hlm. 101-102.

Mundiri, A., & Hasanah, R. U. (2018). Inovasi Pengembangan Kurikulum Pai di SMP Nurul Jadid. Tadrib4(1), 40-68.

Pidarta, Made, Perencanaan Pendidikan Partisipatori Dengan Pendekatan Sistem, Jakarta: Asdi Mahasatya, 2005.

Qolbi, S. K., & Hamami, T. (2021). “Impelementasi Asas-asas Pengembangan Kurikulum terhadap Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam”. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan3(4), 1120-1132.

Sa’ud, Udin Syaefudin, Abin Syamsuddin Makmun, “Perencanaan Pendidikan Suatu Pendekatan Komprehensif”, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2011.

 

Siregar, R. N. (2017). “Konsep Dasar Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah”. Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman4(2), 67-89.

 

Subhi,T.A.(2016).“Konsep Dasar, Komponen Dan Filosofi Kurikulum  PAI”. QATHRUNA. 3 (01),117-134

 

Wafi, A. (2017). “Konsep dasar Kurikulum Pendidikan Agama Islam”. EDURELIGIA: Jurnal Pendidikan Agama Islam1(2), 133-139.

 

Yusuf, A. (2019). Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Multikultural (Perspektif Psikologi Pembelajaran). Jurnal Al-Murabbi4(2), 251-274.

 

Comments

Popular posts from this blog

DEGRADASI INOVASI PENGURUS PER PERIODE KOMUNITAS SANG MUSAFIR BERDAMPAK PADA EKSISTENSI?!

                                  Penulis Dude     Komunitas Sang Musafir yang lahir pada 31 Juli 2016, menjadi wadah bagus kepada generasi yang melanjutkan studinya di Ponorogo, setiap tahunnya mencetak kurang lebih 20 orang kini telah berlangsung hingga per hari ini 2024.               Semakin bertambahnya kuantitas per tahun menjadi sorotan akan kualitas yang dimiliki para kader. Pengurus yang dalam hal ini adalah fasilitator lembaga seharusnya menyiapkan berbagai instumen penting dalam mendukung keberlangsungan lembaga.           Pengurus komunitas yang per tahunnya terjadi pergantian seharusnya menjadi simbolik bahwa rejuvenasi dalam lembaga harus  terus berlanjut sesuai dengan kebutuhan kader dan mengikuti perkembangan zaman.           Struktur kepengurusan yang dilahirkan cukup baik oleh generasi p...

SARJANA BERJIWA IBLIS ?

Penulis : Dude Sahabat yang memiliki cahaya akal sehat. Apa yang anda fikirkan tentang judul diatas? Apakah anda sudah ada bayangan dengan uraian dari tema diatas? Apakah anda penasaran dengan kalimat di atas? Apakah anda bertanya-tanya akan diarahkan kemana kalimat diatas? ataukah anda bertanya tentang hubungan antara sarjana dan iblis?,Dalam kesempatan ini penulis akan lebih jauh lagi mengajak para pembaca untuk memahami eksistensi sarjana. Tapi Sebelum diuraikan lebih jauh lagi, penulis selalu mengingatkan agar Cahaya akalnya selalu di aktifkan biar tidak baper apalagi sensitive,, “Seluk beluk status sarjana” Sarjana adalah orang yang telah menyelesaikan studi Pendidikan-nya level strata satu(S1). Atau singkatnya adalah sarjana adalah mantan mahasiswa. Sebelum kearah sarjana kita mesti kenal dan harus paham lebih dalam tentang mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa adalah orang yang menempuh pendidikannya di perguruan tinggi, atau singkatnya penulis menyebutnya mahasiswa adalah “kak...

CATATAN KOMUNITAS 1

  Oleh : Dude K omunitas merupakan sekelompok orang yang saling berinteraksi di dalam dengan tujuan tertentu. Di Indonesia yang namanya komunitas sangat banyak. Ada komunitas geng motor, ada komunitas taman baca, komunitas perantau dan sebagainya. Komunitas itu sendiri juga memiliki tujuan tergantung kemana mereka akan mengarahkan masa depannya. Pertanyaannya adalah anda masuk dalam komunitas mana?, sudah cocokah dengan kemauanmu dalam komunitas itu?. Dalam kesempatan ini penulis akan sedikit sharing tentang materi diatas. Sebelum memulai untuk menguraikan tentang judul diatas alangkah baiknya anda tarik nafas terlebih dahulu pun ada kopi sedup terlebih dahulu dan jangan lupa untuk mengaktifkan kembali  cahaya akal anda agar tidak baper apalagi sampai pada tahap sensitive. Dalam satu kesempatan tepatnya diwarung lampung,  penulis dan dua orang sahabatnya bernama Aris Adi Saputra dan Indra sedang sharing tentang pengalamannya dalam komunitas. Di sini kami sedan...