MAKALAH
Di ajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
PENGEMBANGAN
KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
“Konsep dasar, Fungsi, dan Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam”
Dosen Pengampu : Aldo Redho Syam M.PdI
Penyusun :
|
Hari Kurniawan |
: |
18112171 |
|
Azizah Triana Putri |
: |
18112131 |
|
Rudiman |
: |
18112114 |
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PONOROGO
2022
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji
dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah banyak
memberikan beribu-ribu nikmat kepada kita umatnya. Sholawat beserta salam
semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita, pemimpin akhir zaman yang sangat
dipanuti oleh pengikutnya yakni Nabi Muhammad SAW.
Makalah
berjudul “Konsep dasar, Fungsi, dan
Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam” ini sengaja di bahas
karena sangat Penting untuk kita khususnya sebagai mahasiswa yang berada di
jurusan Pendidikan Agama Islam yang akan menjadi seorang guru yang akan
mengajar di sekolah yang akan mengajarkan ilmu pendidikan islam. Tentu
Pendidikan disini merupakan suatu proses bagaimana agar pendidik mengalami
perubahan dalam segi kepribadiannya, pengetahuanya dan aspek lain yang ada
potensi pada dirinya itu.
Selanjutnya,
penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan
Arahan, serta Bimbingan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan
tepat waktu. Tidak lupa juga kepada Bapak Aldo Redho Syam M.PdI. selaku dosen
Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum PAI, untuk memberikan sarannya kepada kami
agar penyusunan makalah ini lebih baik lagi.
Demikian, semoga makalah ini
bermanfaat khususnya bagi penyusun
dan umumnya semua yang membaca makalah ini.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Ponorogo, 09
Februari 2022 Penyusun
DAFTAR ISI
|
KATA
PENGANTAR .................................................................... |
ii |
|
DAFTAR ISI
.................................................................................. |
iii |
|
BAB 1. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG.................................................................. |
1 |
|
B. RUMUSAN
MASALAH.............................................................. |
1 |
|
C. PEMBAHASAN MASALAH...................................................... |
1 |
|
BAB II. PEMBAHASAN A. PENGERTIAN KOSEP PERENCANAAN PEMBELAJARAN |
2 |
|
B. DIMENSI-DIMENSI
PENGAJARAN........................................ |
4 |
|
a. KARAKTERISITIK PERENCANAAN PENDIDIKAN...... |
6 |
|
C. TUJUAN DAN FUNGSI
PEMBELAJARAN........................... |
7 |
|
a. DASAR PERLUNYA PERENCANAAN PEMEBLAJARA |
8 |
|
b. MANFAAT PERENCANAAN PEMBELAJARAN..... |
9 |
|
c. JENIS-JENIS PERENCANAAN ...................................... |
10 |
|
BAB III. PENUTUP A. KESIMPULAN ....................................................................... |
18 |
|
DAFTAR PUSTAKA....................................................................... |
19 |
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Perencanaan
adalah pemikiran sebelum pelaksanaan sesuatu tugas. Jadi Perencanaan Pengajaran berarti pemikiran
tentang penerapan prinsip- prinsip umum mengajar tersebut. di dalam pelaksanaan
tugas mengajar dalam suatu situasi
interaksi guru dan murid, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
Perencanaan
pembelajaran didasari oleh beberapa konsep. Konsep-konsep itu dibahas pada awal
usaha menguraikan perencanaan pendidikan ini, dengan maksud agar pemahaman
tentang perencanaan lebih mudah dan lebih mendalam.
Selain
itu setiap uraian yang didasari oleh konsep tertentu mempunyai ciri tersendiri,
walaupun uraian itu mempunyai tujuan yang sama. Dengan demikian konsep-konsep
yang dipilih akan memberikan warna kepada perencanaan ini. Oleh karena itu,
dalam makalah ini akan dibahas penjelasan tentang konsep dasar
perencanaan pembelajaran, Fungsi
perencanaan pembelajarana,Rencana pelaksanaan Pembelajaran, Prinsip Penyusunan
RPP PAI, Pengembangan kurikulum PAI dalam bingkai K13, Contoh Kurikulum K13.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian konsep dasar
perencanaan Pembelajaran ?
2.
Apa saja fungsi perencanaan Pembelajaran?
3.
Apa Tujuan dan Fungsi Perencanaan Pembelajaran?
4.
Apa prinsip penyusunan RPP PAI?
C.
Pembahasan Masalah
1.
Mengetahui pengertian konsep
perencanaan mengajar
2
Mengetahui apa saja dimensi-dimensi perencanaan pengajaran
3
Mengetahui Tujuan dan fungsi perencanaan pembelajaran
4
Mengetahui Prinsip penyusunan RPP PAI
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Konsep dasar
Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan
bermakna sangat kompleks. Perencanaan didefinisikan dalam berbagai macam ragam
tergantung dari sudut pandang mana melihat, serta latar belakanag apa yang
mempengaruhi orang tersebut dalam merumuskan definisi. Diantara beberapa
definisi tersebut dirumuskan sebagai berikut:
1.
Menurut Prajudi
Atmusudirdjo, perencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang sesuatu yang
akan dijalankan dalam mencapai tujuan tertentu, oleh siapa dan bagaimana.
2. Perencanaan dalam arti seluas-luasnya tidak lain adalah proses
mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk
mencapai tujuan tertentu.
3. Perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan berbagai keputusan
yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang
telah ditentukan.
Sedangkan
pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri atas berbagai komponen yang
saling berhubungan dan mempengaruhi. Komponen tersebut mencakup pendidik,
peserta didik, materi, metode, dan evaluasi.
Pembelajaran
dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh para guru dalam membimbing, membantu dan
mengarahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman dan mengarahkan peserta
didik untuk memiliki pengalaman belajar. Dengan kata lain pembelajaran adalah
suatu cara bagaimana mempersiapkan pengalaman belajar bagi peserta didik.
Sampai
saat ini riset tentang perencanaan pembelajaran masih jarang, tetapi beberapa
konsep dapat membantu guru dalam meningkatkan
efektifitas pembuatan perencanaan pengajaran. Konsep tersebut mengandung dua pemikiran utama,
yaitu proses pengambilan keputusan dan pengetahuan profesional tentang proses
pengajaran. Keputusan yang diambil oleh guru bisa bermacam-macam, mulai
dari yang sederhana sampai pada tingkat yang
komplek. Berdasarkan uraian diatas, konsep perencanaan pembelajaran
dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, yaitu:
1.
Perencanaan pembelajaran
sebagai teknologi adalah suatu perencanaan yang mendorong penggunaan
teknik-teknik yang dapat mengembangkan tingkah laku kognitif dan teori-teori
konstruktif terhadap solusi dan problem-problem pengajaran.
2.
Perencanaan pembelajaran
sebagai suatu sistem adalah subuah susunan dari sumber-sumber dan
prosedur-prosedur untuk menggerakkan pembelajaran. Pengembangan sistem
pengajaran melalui proses yang sistematik selanjutnya diimplementasikan dengan
mengacu pada sistem perencanaan itu.
3.
Perencanaan pembelajaran
sebagai sebuah disiplin adalah cabang dari pengetahuan yang senantiasa
memperhentikan hasil-hasil penelitian dan teori tentang strategi pengajaran dan
implementasinya terhadap strategi tersebut.
4.
Perencanaan pembelajaran
sebagai sains (science) adalah
mengkreasi secara detail spesifikasi dari pengembangan, implementasi, evaluasi,
dan pemeliharaan akan situasi maupun fasilitas pembelajaran terhadap unit- unit
yang luas maupun yang lebih sempit dari materi pelajaran dengan segala
tingkatan kompleksitasnya.
5.
Perencanaan pembelajaran
sebagai sebuah proses adalah mengembangkan pengajaran secara sistematik yang
digunakan secara khusus atas dasar teori-teori pembelajaran dan pengajaran
untuk menjamin kualitas pembelajaran. Dalam perencanaan ini dilakukan analisis
kebutuhan dari proses belajar dengan alur yang sistematik untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Termasuk di dalamnya melakukan evaluasi terhadap materi pelajaran
dan aktifitas-aktifitas sistematik.
6.
Perencanaan pembelajaran
sebagai sebuah realitas adalah ide pengajaran dikembangkan dengan memberikan
hubungan pengajaran dari waktu ke waktu dalam suatu proses yang dikerjakan
perencana dengan mengecek secara cermat bahwa semua kegiatan telah sesuai
dengan tuntutan sains dan dilaksanakan secara sistematik.
Beberapa
definisi perencanaan pembelajaran menurut para ahli, antara lain sebagai
berikut:
Definisi yang
dikemukakan oleh Guruge (1972) bahwa: “A simple definision of educational
planning is the process of preparing decisions for action in the future in the
field of educational development is the
funtion of educational planning”. Dengan demikian menurut Guruge bahwa
perencanaan pembelajaran adalah proses mempersiapkan kegiatan di masa depan
dalam bidang pembangunan pendidikan adalah tugas perencanaan pendidikan
1. Definisi yang lain sebagaimana dikemukakan oleh Albert Waterston bahwa:
“Functional planning involves the application of a rational
system of choices among feasibel cources of educational invesment and
the other development actions based on a consideration of economic and social
cost and benefits”. Atau dengan kata lain bahwa perencanaan pembelajaran adalah
investasi pendidikan yang dapat dijalankan dan kegiatan-kegiatan pembangunan
lain yang didasarkan atas pertimbangan ekonomi dan biaya serta keuntungan
sosial.
2. Menurut Coombs (1982) bahwa perencanaan pembelajaran adalah suatu
penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan
dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien serta sesuai dengan
kebutuhan dan tujuan para peserta didik dan masyarakatnya.
Dalam
konteks pengajaran, perencanaan dapat diartikan
sebagai proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media, pendekatan
dan metode pembelajaran, dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan
dilaksanakan pada masa tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
konsep perencanaan pengajaran dapat dilihat dari berbagai
sudut pandang, yaitu:5
1. Perencanaan pengajaran sebagai teknologi
2. Perencanaan pengajaran sebagai suatu sistem
3. Perencanaan pengajaran sebagai sebuah
4. Perencanaan pengajaran sebagai sains (science)
5. Perencanaan pengajaran sebagai sebuah
proses
6. Perencanaan pengajaran sebagai sebuah realitas
Dengan mengacu
kepada berbagai sudut pandang tersebut, maka perencanaan program pengajaran
harus sesuai dengan konsep pendidikan
dan pengajaran yang dianut dalam kurikulum. Penyusunan program pengajaran sebagai
sebuah proses, disiplin ilmu pengetahuan, realitas, sistem dan teknologi pembelajaran bertujuan
agar pelaksanaan pengajaran berjalan dengan efektif dan efisien. Kurikulum
khususnya silabus menjadi acuan utama dalam penyusunan perencanaan program pengajaran, namun kondisi
sekolah/madrasah dan lingkungan sekitar, kondisi siswa dan guru merupakan hal
penting jangan sampai diabaikan.
B. Dimensi-Dimensi Perencanaan
Dimensi perencanaan pembelajaran yakni
berkaitan dengan cakupan dan sifat-sifat dari beberapa karakteristik yang
ditemukan dalam perencanaan pengajaran. Pertimbangan terhadap dimensi-dimensi
itu memungkinkan diadakannya perencanaan komprehensif yang menalar dan efesien,
yakni:
1.
Signifikan
Tingkat signifikansi tergantung apada tujuan pendidikan
yang diajukan dana signifikansi dapat ditentukan berdasarkan kriteria-kriteria
yang dibangun selama proses pembelajaran.
2.
Fleksibilitas
Maksudnya adalah bahwa perencanaan harus disusun
berdasarkan pertimbangan realistis baik yang berkaitan dan biaya maupun pengimplementasiannya.
3.
Relevansi
Konsep relevansi berkaitan dengan jaminan bahwa
perencanaan memungkinkan penyelesaian persoalan secara lebih spesifik pada
waktu yang tepat agar dapat dicapai tujuan spesifik secara optimal.
4.
Kepastian
Konsep kepastian diharapkan dapat mengurangi
kejadian-kejadian yang tidak terduga.
5.
Ketelitian
Prinsip utama yang perlu diperhatikan ialah agar
perencanaan pengajaran disusun dalam bentuk yang sederhana, serta perlu
diperhatikan secra sensitif kaitan-kaitan yang pasti terjadi antar berbagai
komponen.
6.
Adaptabilitas
Perencanaan pengajaran bersifat dinamis, sehingga perlu
senantiasa mencari informasi sebagai umpan balik.
7.
Waktu
Faktor yang berkaitan dengan waktu yang cukup banyak,
selain keterlibatan perencanaan dalam memprediksi masa depan, juga validasi dan
readibilitas analisis yang dipakai, serta kapan untuk menilai kebutuhan
kependidikan masa kini dalam kaitannya dengan masa mendatang.
8.
Monitoring atau pemantauan
Monitoring merupakan mengembangkan criteria untuk menjamin
bahwa berbagai komponen bekerja secara efektif.
9.
Isi perencanaan
Isi perencanaan merujuk pada hal-hal yang akan direncanakan.
Perencanaan pengajaran yang baik perlu memuat:
a.
Tujuan apa yang diinginkan
atau bagaimana cara mengorganisasi aktivitas belajar dan layanan-layanan pendukungnya.
b.
Program
dan layanan, atau bagaimana cara mengorganisasi aktivitas
belajar dan layanan-layanan pendukungnya.
c.
Tenaga manusia, yakni
mencakup cara-cara mengembangkan prestasi, spesialisasi, perilaku, kompetensi,
maupun kepuasan mereka.
d.
Keuangan, meliputi rencana
pengeluaran dan penerimaan.
e.
Bangunan fisik mencakup
tentang cara-cara penggunaan pola distribusi
dan kaitannya dengan pengembangan psikologis.
f.
Struktur organisasi,
maksudnya bagaimana cara mengorganisasi dan manajemen operasi dan pengawasan
program dan aktivitas kependidikan yang direncanakan.
g.
Konteks sosial atau
elemen-elemen lainnya yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan pengajaran.
Hal ini menunjukkan bahwa guru harus mempersiapkan perangkat yang harus
dilaksanakan
dalam merencanakan
program.
Hidayat
(1990) mengemukakan bahwa perangkat yang harus dipersiapkan dalam perencanaan
pembelajaran antara lain:
1.
Memahami kurikulum
2.
Menguasai bahan ajar
3.
Menyusun program pengajaran
4.
Melaksanakan program pengajaran
5.
Menilai program
pengajaran dan hasil proses belajar
mengajar yang telah dilaksanakan
Dalam pembelajaran berbasis kompetensi
perlu ditentukan standar kompetensi yang harus dikuasai siswa. Komponen materi
pokok pembelajaran berbasis kompetensi meliputi:
1.
Kompetensi yang akan dicapai
2.
Strategi penyampaian untuk
mencapai kompetensi
3.
System evaluasi atau
penilaian yang digunakan untuk menentukan
keberhasilan siswa dalam mencapai kompetensi.
Komponen minimal pembelajaran berbasis kompetensi adalah:
1.
Pemilihan dan perumusan
kompetensi yang tepat
2.
Spesifikasi indikator
penilaian untuk menentukan pencapaian kompetensi
3.
Pengembangan sistm
pencapaian yang fungsional dan relevan dengan
kompetensi dan sistem penilai
a. Karakteristik Perencanaan
Pendidikan
Karakteristik
perencanaan pendidikan ditentukan oleh konsep dan pemahaman tentang
pembelajaran. Pembelajaran mempunyai ciri
unik dalam kaitanya dengan pembangunan nasional dan mempunyai ciri khas
karena yang menjadi muara garapannya adalah manusia. Dengan mempertimbangkan
ciri-ciri pembelajaran dalam perannya dalam proses pembangunan,maka perencanaan
pembelajaran, mempunyai ciri-ciri seperti antara lain :
1.
Perencanaan pembelajaran
harus mengutamakan nilai-nilai manusiawi, karena pembelajaran itu membangun
manusia yang harus mampu membangun dirinya dan
masyarakatnya.13
2.
Perencanaan pembelajaran
harus memberikan kesempatan untuk memngembangkan segala potensi pesrta didik
se-optimal mungkin.
3.
Perencanaan pembelajaran
harus memberikan kesempatan yang sama bagi setiap peserta didik.
4.
Perencanaan pembelajaran
harus komprehensip dan sistematis dalam
arti tidak praktikal atau segmentaris tapi menyeluruh dan terpadu serta
di susun secara
logis dan rasional serta mencakup berbagai jalur, jenis dan jenjang pendidikan.
5.
Perencanaan pembelajaran
harus diorientasi pada pembangunan, dalam arti bahwa program pendidikan
haruslah ditujukan untuk membantu mempersiapakan man power (SDM) yang
dibutuhkan oleh berbagai sektor pembangunan.
6.
Perencanaan pembelajaran
harus dikembangkan dengan memperhatikan keterkaitanya dengan berbagai komponen
pendidikan secara sistematis.
7.
Perencanaan pembelajaran
harus menggunakan resources secermat mungkin karena resources yang tersedia
adalah langka.
8.
Perencanaan pembelajaran
haruslah berorientasi kepada masa datang, karena pembelajaran adalah proses
jangka panjang dan jauh menghadapi masa depan.
9.
Perencanaan pembelajaran
haruslah kenyal dan responsif terhadap kebutuhan yang berkembang di masyarakat,
tidak setatis tapi dinamis.
10.
Perencanan pembelajaran
haruslah merupakan sarana untuk mengembangkan inovasi pendidikan hingga
pembaharuan terus menerus berlangsung.
C. Tujuan dan Fungsi Perencanaan Pembelajaran
1. Tujuan :
Menguasai
sepenuhnya bahan dan materi ajar, metode
dan penggunaan alat dan perlengkapan pembelajaran, menyampaikan
kurikulum atas dasar bahasan dan mengelola alokasi waktu yang tersedia dan
membelajarkan siswa sesuai yang diprogramkan.
2.
Fungsi :
a.
Memberi guru pemahaman yang
lebih jelas tentang tujuan pendidikan sekolah
dan hubungannya dengan
pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan tersebut.
b.
Guru memperjelas pemikiran
tentang pembelajarannya terhadap pencapaian tujuan pendidikan.
c.
keyakinan guru atas
nilai-nilai pembelajaran yang diberikan dan prosedur yang dipergunakan.
d.
Kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar Membantu guru dalam rangka mengenal
kebutuhan-kebutuhan siswa, minat-minat
siswa, dan mendorong motivasi belajar
e.
Mengurangi dengan adanya
organisasi yang baik dan metoda yang
tepat.
f.
Membantu guru memelihara
kegairahan mengajar dan senantiasa memberikan bahan- bahan yang up to date
kepada siswa.
a.
Dasar Perlunya Perencanana Pembelajaran
Perlunya
perencanana pembelajaran sebagiamana disebutkan diatas, dimaksudkan agar dapat
dicapai perbaikan pembelajaran. Upaya perebaikan pembelajaran ini dilakukan
dengan asumsi sebagai berikut:
1.
Untuk memperbaiki kualitas
pembelajaran perlu diawali dengan perencanaan pembelajaran yang diwujudkan
dengan adanya desain pembelajaran.
2.
Untuk merancang suatu
pembelajaran perlu menggunakan pendekatan sistem.
3.
Perencanaan desain
pembelajaran diacukan pada bagaimana seseorang belajar.
4.
Untuk merencanakan suatu
desain pembelajaran diacukan pada siswa secara
perseorangan.
5.
Pembelajaran yang dilakukan
akan bermuara pada ketercapaian tujuan pembelajaran, dalam hal ini akan ada
tujuan langsung pembelajaran, dan tujuan
pengiring dari pembelajaran.
6.
Sasaran akhir dari perencanaan
desain pembelajaran adalah mudahnya siswa untuk belajar.
7.
Perencanaan pembelajaran
harus melibatkan semua variabel pembelajaran.
8.
Inti dari desain
pembelajaran yang dibuat adalah penetapan metode pembelajaran yang optimal
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Tiga prinsip yang
perlu dipertimbangkan dalam upaya menetapkan metode pembelajaran:
1.
Tidak ada satu metode
pembelajaran yang unggul untuk semua tujuan dalam semua kondisi.
2.
Metode pembelajaran yang
berbeda memiliki pengaruh yang berbeda dan konsistensi pada hasil pembelajaran.
3.
Kondisi pembelajaran bisa
memiliki pengaruh yang konsisten pada hasil pengajaran
b.
Manfaat Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan
pembelajaran memainkan peran penting dalam memandu guru untuk melaksanakan
tugas sebagai pendidik dalam melayani kebutuhan belajar siswanya.
Perencanaan pembelajaran juga dimaksudkan sebagai langkah awal sebelum proses
pembelajaran berlangsung.
Terdapat
beberapa manfaat perencanaan pembelajaran dalam proses belajar mengajar yaitu:
1.
Sebagai petunjuk arah
kegiatan dalam mencapai tujuan.
2.
Sebagai pola dasar dalam
mengatur tugas dan wewenang bagi setiapunsur yang terlibat dalam kegiatan.
3.
Sebagai pedoman kerja bagi
setiap unsur, baik unsur guru maupun
unsur murid.
4.
Sebagai alat ukur efektif
tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan
kelambatan kerja.
5.
Untuk bahan penyusunan data
agar terjadi keseimbangan kerja.
6.
Untuk menghemat waktu,
tenaga, alat-alat, dan biaya.
Sedangkan
penerapan konsep dan prinsip pembelajaran berbasis kompetensi diharapkan
bermanfaat untuk:
1.
Menghindari duplikasi dalam
memberikan materi pelajaran.
Dengan menyajikan
materi pelajaran yang benar-benar relevan dengan kompetensi yang ingin dicapai,
dapat dihindari terjadinya duplikasi dan pemberian materi pelajaran yang
terlalu banyak.
2.
Mengupayakan konsistensi
kompetensi yang ingin dicapai mengajarkan suatu mata pelajaran.
Dengan kompetensi
yang telah ditentukan secara tertulis,
siapapun yang mengajarkan mata
pelajaran tertentu.
3.
Meningkatkan pembelajaran
sesuai dengan kebutuhan, kecepatan, dan kesempurnaan siswa.
4.
Membantu mempermudah
pelaksanaan akreditasi. Pelaksanaan akreditasi akan lebih dipermudah dengan
menggunakan tolok ukur standar kompetensi
5.
Memperbarui sistem evaluasi
dan laporan hasil belajar siswa. Dalam pembelajaran berbasis kompetensi,
keberhasilan siswa diukur dan dilaporkan berdasar pencapaian kompetensi atau
subkompetensi tertentu, bukan didasarkan
atas perbandingan dengan hasil belajar siswa yang lain.
6.
Memperjelas komunikasi
dengan siswa tentang tugas, kegiatan, atau pengalaman belajar yang harus
dilakukan, dan cara yang digunakan untuk menentukan keberhasilan belajarnya.
7.
Meningkatkan akuntabilitas
publik. Kompetensi yang telah disusun, divalidasikan, dan dikomunikasikan
kepada publik, sehingga dapat digunakan untuk mempertanggung-jawabkan kegiatan
pembelajaran kepada publik.
8. Memperbaiki sistem sertifikasi. Dengan perumusan kompetensi yang lebih
spesifik dan terperinci, sekolah/madrasah dapat mengeluarkan sertifikat atau
transkrip yang menyatakan jenis dan aspek kompetensi yang dicapai.
c.
Jenis-jenis Perencanaan
1.
Silabus
Merupakan
seperangkat rencana dan pengaturan kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas,
dan penilaian hasil belajar. Silabus harus disusun secara sistematis dan
berisikan komponen-komponen yang saling berkaitan untuk memenuhi target
pencapaian Kompetensi Dasar.
2.
Standar Kompetensi
Merupakan
kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam suatu bidang
pengembangan.
3.
Kompetensi Dasar
Merupakan
pernyataan yang diharapkan dapat diketahui, disikapi dan dilakukan peserta
didik
4.
Hasil Belajar
Merupakan
pernyataan kemampuan peserta didik yang diharapkan dalam menguasai sebagian
atau seluruh kompetensi yang dimaksud.
5.
Indikator
Merupakan
kompetensi dasar yang lebih spesifik dan operasional yang dapat dijadikan
ukuran untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran.
9.
Perencanaan Semester
Merupakan program
pembelajaran yang dipetakan berisi jaringan tema, bidang pengembangan,
kompetensi dasar, hasil belajar, dan indikator yang ditata secara urut dan
sistematis, alokasi waktu yang diperlukan untuk setiap jaringan tema, dan
sebarannya ke dalam semester 1 dan 2.
6.
Perencanaan Mingguan
Disusun dalam
bentuk satuan kegiatan mingguan (SKM). SKM merupakan penjabaran dari
perencanaan semester yang berisi kegiatan- kegiatan dalam rangka mencapai
indikator yang telah direncanakan dalam satu minggu sesuai dengan keluasan
pembahasan tema dan subtema.
7.
Perencanaan Harian
Disusun dalam
bentuk satuan kegiatan harian (SKH). SKH merupakan penjabaran dari satuan
kegiatan mingguan (SKM). SKH memuat kegiatan-kegiatan pembelajaran, baik yang
dilaksanakan secara individual, kelompok, maupun klasikal dalam satu hari.
Kegiatan awal merupakan kegiatan untuk
pemanasan dan dilaksanakan secara klasikal. Kegiatan yang dapat dilakukan
antara lain, misalnya berdoa/mengucap salam, membicarakan tema atau subtema,
dan sebagainya.
Kegiatan inti merupakan kegiatan yang dapat
mengaktifkan perhatian, kemampuan, sosial dan emosional anak. Kegiatan ini
dapat dicapai melalui kegiatan yang memberi kesempatan kepada anak untuk
bereksplorasi dan bereksperimen sehingga dapat memunculkan inisiatif,
kemandirian dan kreativitas anak, serta kegiatan yang dapat meningkatkan
pengertianpengertian, konsentrasi dan mengembangkan kebiasaan bekerja yang
baik.
Istirahat/Makan merupakan kegiatan yang
digunakan untuk mengisi kemampuan anak yang berkaitan dengan makan, misalnya
mengenalkan kesehatan, makanan yang bergizi, tata tertib makan yang diawali
dengan cuci tangan kemudian makan dan
berdoa sebelum dan sesudah makan. Setelah kegiatan makan selesai, anak
melakukan kegiatan bermain dengan alat permainan di luar kelas dengan maksud
untuk mengembangkan motorik kasar anak dan bersosialisasi
Kegiatan akhir merupakan kegiatan penenangan
yang dilaksanakan secara klasikal. Kegiatan yang dapat diberikan pada
kegiatan akhir, misalnya membacakan
cerita dari buku, mendramatisasikan suatu cerita.
d. Prinsip Penyusunan RPP PAI Dalam Bingkai kurikulum K13
1.
Setiap RPP harus secara utuh memuat kompetensi dasar sikap spiritual (KD
dari KI-1), sosial (KD dari KI-2), pengetahuan (KD dari KI-3), dan keterampilan
(KD dari KI-4).
2.
Satu RPP dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
3.
Memperhatikan perbedaan individu peserta didik. RPP disusun dengan
memperhatikan perbedaan kemampuan awal, Tingkat intelektual, minat, motivasi
belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan
khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau
lingkungan peserta didik.
4.
Berpusat pada peserta didik
Proses
pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong
motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar,
menggunakan pendekatan saintifik meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan
informasi, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan.
5.
Berbasis konteks
Proses
pembelajaran yang menjadikan lingkungan sekitarnya sebagai sumber belajar.
6.
Berorientasi kekinian
Pembelajaran yang
berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan nilai-nilai
kehidupan masa kini.
7.
Mengembangkan kemandirian belajar
Pembelajaran yang
memfasilitasi peserta didik untuk belajar secara mandiri.
8.
Memberikan umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran
RPP memuat
rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan
remedi.
9.
Memiliki keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi dan/atau
antarmuatan
10. RPP disusun dengan
memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara KI, KD, indikator pencapaian
kompetensi, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber
belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan
mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran,
lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
11. Memanfaatkan teknologi
informasi dan komunikasi
Contoh RPP Dalam bingkai Kurikulum K13
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah : SMP
Muhammadiyah 1 Madiun
Mata Pelajaran
: Pendidikan Agama Islam
Kelas/
Semester : VII/Satu
Materi
Pokok
: Semangat Menuntut Ilmu
Alokasi
Waktu : 3 pertemuan (9 JP)
A.
Kompetensi Inti
B. Kompetensi Dasar dan
Indikator Pencapaian Kompetensi
|
No. |
Kompetensi Dasar |
Indikator Pencapaian Kompetensi |
|
1. |
1.1 Menghayati Al-Quran
sebagai implementasi dari pemahaman rukun iman. |
|
|
2. |
2.7 Menghargai perilaku semangat menuntut ilmu sebagai
implementasi dari pemahaman sifat Allah (Al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’, dan
al-Bashir) dan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman
(55):33 serta hadis terkait |
|
|
3. |
3.3 Memahami isi kandungan Q.S. Al-Mujadilah
(58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55):33, serta hadis terkait
tentang menuntut ilmu. |
3.3.1 1. Menerjemahkan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman
(55): 33 serta hadis tentang menuntut ilmu 3.3.2 2. Menjelaskan kandungan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan
Q.S. Ar-Rahman (55): 33 serta hadis tentang menuntut
ilmu. 3.3.3 3. Menunjukkan cara menghargai perilaku semangat menuntut
ilmu sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan
Q.S. Ar-Rahman (55): 33 serta hadis terkait. 3.3.44. Menampilkan perilaku semangat menuntut ilmu sebagaimana
terkandung dalam Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55):
33 serta hadis terkait. |
|
4. |
4.3.1 Membaca Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S.
Ar-Rahman (55): 33 dengan tartil |
4.3.1.11. Membaca Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman
(55): 33 dengan baik dan benar. 4.3.1. 2.
Mendemonstrasikan pembacaan Q.S. Al-Mujadilah (58):11 dan Q.S.
Ar-Rahman (55): 33 dengan tartil. 4.3.1.3 3. Menjelaskan hukum bacaan mad sebagaimana
terkandung dalam Q.S. Al-Mujadilah (58):11 dan Q.S. Ar-Rahman (55):
33 dengan benar. 4.3.1.4 4. Mengidentifikasi hukum bacaan mad dalam Q.S.
Al-Mujadilah (58):11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 |
|
5. |
4.3.2 Menunjukkan hafalan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11
dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 dengan lancar |
4.3.2.1 1. Menghafal Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman
(55): 33 secara bertahap. 4.3.2.2 2. Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11
dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 dengan lancar. |
C. Tujuan Pembelajaran
1
Pertemuan 1
Setelah mengikuti proses
pembelajaran peserta didik diharapkan dapat:
a
Membaca Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S.
Ar-Rahman (55): 33 dengan baik dan benar.
b
Mendemonstrasikan pembacaan Q.S. Al-Mujadilah
(58):11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 dengan tartil.
c
Menjelaskan hukum bacaan mad sebagaimana
terkandung dalam Q.S. Al-Mujadilah (58):11 dan Q.S. Ar-Rahman (55):
33 dengan benar.
d
Mengidentifikasi hukum bacaan mad dalam Q.S.
Al-Mujadilah (58):11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33
2
Pertemuan 2
Setelah mengikuti proses
pembelajaran peserta didik diharapkan dapat:
a
Menghafal Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S.
Ar-Rahman (55): 33 secara bertahap.
b
Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11
dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 dengan lancar.
3.
Pertemuan 3
Setelah mengikuti proses
pembelajaran peserta didik diharapkan dapat:
a
menerjemahkan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S.
Ar-Rahman (55): 33 serta hadis tentang
menuntut ilmu.
b
menjelaskan kandungan Q.S.
Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 serta hadis
tentang menuntut ilmu.
c
menunjukkan cara menghargai perilaku semangat menuntut
ilmu sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan
Q.S. Ar-Rahman (55): 33 serta hadis terkait.
d
menampilkan perilaku semangat menuntut ilmu sebagaimana
terkandung dalam Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55):
33 serta hadis terkait.
D. Materi Pembelajaran
1
Pertemuan 1
a
Bacaan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman
(55): 33.
b
Pengertian Hukum Bacaan Mad.
c
Macam-Macam Hukum Bacaan Mad.
2
Pertemuan 2
a
Bacaan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman
(55): 33
3
Pertemuan 3
a
Terjemahan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S.
Ar-Rahman (55): 33
b
Kandungan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman
(55): 33
E. Metode Pembelajaran
1 Pendekatan Saintifik
2 Model Pembelajaran Problem
Solving
3 Model Pembelajaran
Diskoveri
F. Media, Alat, dan Sumber
Pembelajaran
1. Media
a. Video
Pembelajaran Al-Quran
b. CD Pembelajaran
Tajwid Interaktif
c. Power Point
2. Alat dan Bahan
a. Laptop
b. LCD
Projector
c. Kartu
berpasangan (matching card) lafadz dan artinya
3. Sumber Belajar
a. Muhammad Ahsan dkk. 2013. Pendidikan
Islam dan Budi Pekerti SMP/MTs kelas VII. Jakarta: ESIS Erlangga.
b. Mustahdi dan Sumiyati.
2013. Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
G. Langkah-Langkah
Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan
1
a. Pendahuluan
(15 menit)
1) Guru membuka pembelajaran
dengan salam dan berdoa bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan
penuh khidmat.
2) Guru memulai pembelajaran
dengan pembacaan al-Quran surah dan ayat pilihan yang dipimpin
oleh salah seorang peserta didik.
3) Guru memperhatikan kesiapan
diri peserta didik dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kehadiran,
kerapian pakaian, posisi, dan tempat duduk peserta didik.
4) Guru memberikan motivasi dan
mengajukan pertanyaan secara komunikatif yang berkaitan
dengan materi pembelajaran.
5) Guru menyampaikan kompetensi
dasar dan tujuan yang akan dicapa
6) Guru mengkondisikan peserta
didik untuk duduk secara berkelompok.
7) Menyampaikan tahapan kegiatan
yang akan dilaksanakan dalam pembelajaran.
b. Kegiatan inti (90
menit)
1)
Mengamati:
a.
Peserta didik menyimak contoh pembacaan Q.S. Al-Mujadilah
(58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 oleh guru atau peserta didik yang fasih
atau yang ditayangkan atau diperdengarkan oleh media.
b.
Peserta didik memperhatikan audio visual pada layar LCD
tentang contoh bacaan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33
secara tartil.
c.
Peserta didik dalam satu kelompok saling menyimak bacaan
Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S. Ar-Rahman (55): 33 yang dibaca anggota kelompoknya
secara bergantian.
d.
Secara berkelompok peserta didik mengkaji berbagai
literatur yang telah disiapkan untuk memahami hukum bacaan mad, yang berkaitan
dengan pengertian, cara membaca, dan contohnya.
e.
Peserta didik memperhatikan penjelasan guru sebagai
penguatan pemahaman tentang hukum bacaan mad melalui media tayangan audio
visual atau demonstrasi guru sendiri.
2)
Menanya:
a. Setiap kelompok mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan bacaan yang telah disimak atau tayangan audio
visual yang telah disaksikan.
b. Peserta didik saling
mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran.
3)
Mengeksplorasi:
a. Setiap kelompok berdiskusi
tentang pertanyaan-pertanyaan pilihan (yang telah ditentukan oleh siswa dan
guru) yang berkaitan dengan bacaan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S.
Ar-Rahman (55): 33.
b. Setiap kelompok berdiskusi
dengan pertanyaan-pertanyaan pilihan yang berkaitan dengan hukum bacaan mad.
4)
Mengasosiasi:
a. Peserta didik menunjukkan
solusi atas pertanyaan atau masalah yang diajukan oleh peserta didik.
b. Dengan bimbingan guru, peserta
didik membuat kesimpulan tentang bacaan Q.S. Al-Mujadilah (58): 11 dan Q.S.
Ar-Rahman (55): 33.
5)
Mengkomunikasikan:
a. Setiap kelompok secara
bergiliran mempresentasikan hasil diskusinya.
b. Setiap kelompok memberikan
tanggapan atas presentasi kelompok lainnya.
Penutup (15 menit)
1. Guru melakukan post test
terhadap pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran.
2. Guru bersama-sama para peserta
didik melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.
3. Guru memberikan reward kepada
“kelompok peserta didik terbaik”.
4. Guru menjelaskan materi
yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
5. Guru memberikan tugas
mandiri kepada peserta didik berkaitan dengan materi yang
akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
6. Guru bersama-sama para peserta
didik menutup pelajaran dengan berdoa.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perencanaan
adalah proses penetapan daan pemanfaatan sumber daya secara terpadu yang
diharapkan dapat menunjang kegiatan kegiatan dan upaya-upaya yang akan
dilaksanakan secara efesien dan efektif dalam mencapai tujuan. Pembelajaran
adalah proses yang diatur sedemikian rupa menurut langkah-langkah tertentu agar
pelaksanaannya mencapai hasil yang diharapkan. Keberhasilan suatu proses pembelajaran
sangat ditentukan oleh rencana yang dibuat guru, oleh karena itu
komponen-komponen dalam perencanaan belajar harus disusun atau dikembangkan
secara sistematis dan sistemik.
Perencanaan
pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu rangkaian yang saling berhubungan
dan saling menunjang antara berbagai unsur atau komponen yang ada didalam
pembelajaran, atau dengan pengertian
lain yaitu suatu proses mengatur, mengkoordinasi, dan menetapkan
unsure-unsur atau komponen-komponen pembelajaran. Dalam menyusun perencanaan
pembelajaran harus memperhatikan langkah-langkah, karakteristik dan
faktor-faktor yang lain.
Demikian
makalah yang kami susun, tentunya dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, karena itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan
guna memperbaiki makalah ini dan selanjutnya. Dan semoga makalah ini dapat
menambah pengetahuan kita dan juga
bermanfaat.
. DAFTAR PUSTAKA
Abdah, M. G. (2019).
Ragam Pendekatan dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam
(PAI). FONDATIA, 3(1), 27-41.
Ananda, R., &
Amiruddin, A. (2019). Perencanaan pembelajaran.
Anwar, R. N., &
Zaenullah, Z. (2020). “Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada
Anak Berkebutuhan Khusus”. Jurnal CARE (Children Advisory Research and
Education), 8(1), 56-66.
Astuty, W., & Suharto,
A. W. B. (2021). “Desain Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama
Islam Daring dengan Kurikulum Darurat”. Jurnal Penelitian Pendidikan
Islam, 9(1), 81-96.
Bararah, I. (2017).
Efektifitas perencanaan pembelajaran dalam pembelajaran pendidikan agama islam
di sekolah. Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 7(1),
131-147.
Fathorrozy, F. (2019).
“Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam”.
Fathurrohman, A., &
Nurhadi, M. (2016). Perencanaan Pembelajaran Guru Sekolah Dasar dalam Materi
Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Pasuruan. At-Tajdid: Jurnal Ilmu
Tarbiyah, 5(2), 219-242.
http://mardiatiaceh.wordpress.com/2013/05/09/makalah-perencanaan-pembelajaran/.29 September 2013, 11.30
WIB
Irsad, M. (2016).
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Di Madrasah (Studi Atas Pemikiran
Muhaimin. Jurnal Iqra': Kajian Ilmu Pendidikan, 1(2),
230-245.
Jaya, F. (2019).
“Perencanaan Pembelajaran”.
Maftuhin, M., & Fuad, A.
J. (2018). Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Anak Berkebutuhan
Khusus. Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi, 3(1).
Majid, Abdul, Perencanaan Pembelajaran
Mengembangkan Standar Kompetensi Guru, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2011.
Made Pidarta, “Perencanaan Pendidikan
Partisipatori Dengan Pendekatan Sistem”,
(Jakarta: Asdi Mahasatya, 2005), hlm. 101-102.
Mundiri, A., & Hasanah,
R. U. (2018). Inovasi Pengembangan Kurikulum Pai di SMP Nurul Jadid. Tadrib, 4(1),
40-68.
Pidarta, Made, Perencanaan Pendidikan
Partisipatori Dengan Pendekatan Sistem, Jakarta: Asdi Mahasatya, 2005.
Qolbi, S. K., & Hamami,
T. (2021). “Impelementasi Asas-asas Pengembangan Kurikulum terhadap
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam”. Edukatif: Jurnal Ilmu
Pendidikan, 3(4), 1120-1132.
Sa’ud, Udin Syaefudin, Abin Syamsuddin
Makmun, “Perencanaan Pendidikan Suatu Pendekatan Komprehensif”, Bandung: Remaja
Rosda Karya, 2011.
Siregar, R. N. (2017).
“Konsep Dasar Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah”. Studi
Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman, 4(2), 67-89.
Subhi,T.A.(2016).“Konsep
Dasar, Komponen Dan Filosofi Kurikulum
PAI”. QATHRUNA. 3 (01),117-134
Wafi, A. (2017). “Konsep
dasar Kurikulum Pendidikan Agama Islam”. EDURELIGIA: Jurnal Pendidikan
Agama Islam, 1(2), 133-139.
Yusuf, A. (2019).
Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Multikultural (Perspektif Psikologi
Pembelajaran). Jurnal Al-Murabbi, 4(2), 251-274.

Comments
Post a Comment