Dewasa ini ungkapan yang sering kita dengan dan saksikan secara seksama tentang hubungan spesial dan pemberian kasih sayang antara dua insan yaitu pacaran. Mereka selalu mengatakan kalimat : tidak masalah kalau orang itu pacaran yang penting pacarannya tidak ngapa-ngapain, yang penting tidak zina, tidak saling menyentuh, pacarannya saling memberikan motivasi atau meningkatkan semangat dalam beraktivitas, pacaran tidak masalah yang penting pacarannya saling memberikan kebaikan mengajak untuk sholat, mengaji, bahkan juga puasa sunnah senin kamis misalnya. sehingga dengan ungkapan itu orang-orang melahirkan sebuah narasi yang dibungkus dengan kata seolah itu adalah hal yang baik yaitu pacaran islami. Kata pacaran sebagai isi dan islaminya sebagai pembungkus atau yang membalut isinya.
Pacaran dan islami adalah dua kata yang jika digabungkan seolah menunjukan hal yang berbaur positif atau sebuah aktivitas yang selalu di labelkan dengan hal islam bersandar apa yang menjadi pedoman islam itu sendiri. Untuk mengetahui sejarah asal muasalnya kata pacaran dan mengetahui apakah sejarahnya dan yang dipraktekan anak anak sekarang masih murni sesuai dengan historysnya atau tidak? silahkan
Kata pacaran Memang dalam khazana Islam tidak di temukan sebuah larangan yang bunyinya bahwa "janganlah kalian pacaran" atau pacaran itu haram atau sejenis dengan kalimat itu. pertanyaannya kemudaian adalah kalau tidak ada ungkapan diatas apa yang menjadikan kata pacaran itu dilarang?. Perlu di ketahui dan tidak bisa di pungkiri bahwa realitas sekarang kata pacaran itu adalah hal yang di dalamnya ada aktivitas atau kegiatan yang dilanggar oleh ketentuan islam.
Dewasa ini aktivitas pacaran dilakukan berbagai model misalnya jalan berduaan, naik becak berdua sehingga merasa dunia milik berdua, buat PR berdua, malam mingguan berdua bahkan Naudzubillah di rumah berduaan dan masih banyak aktivitas lain yang dilakukan.
Dalam Al- Qur'an Surah Al- Isra :32 di katakan
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al Isra’: 32)
Dalam Tafsir As Sa’di, 457 menyatakan: “larangan mendekati zina lebih keras dari pada sekedar larangan berbuat zina, karena larangan mendekati zina juga mencakup seluruh hal yang menjadi pembuka peluang dan pemicu terjadinya zina”.
Nah, bayangkan saja kita mendekati zina sudah dilarang bahkan dikatakan lebih keras apalagi sampai melakukannya. luar biasanya.
Ada juga yang mengatak bahwa tidak semua orang pacaran itu dikatakan pasti berzina, namun kita juga tidak berlebihan untuk kita katakan bahwa pacaran itu akan mendekatkan zina, karena pada dasarnya aktivitas yang dilakukan tinggal selangkah lagi. Naudzubillah!
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
إن اللهَ كتب على ابنِ آدمَ حظَّه من الزنا ، أدرك ذلك لا محالةَ ، فزنا العينِ النظرُ ، وزنا اللسانِ المنطقُ ، والنفسُ تتمنى وتشتهي ، والفرجُ يصدقُ ذلك كلَّه أو يكذبُه
“sesungguhnya Allah telah menakdirkan bahwa pada setiap anak Adam memiliki bagian dari perbuatan zina yang pasti terjadi dan tidak mungkin dihindari. Zinanya mata adalah penglihatan, zinanya lisan adalah ucapan, sedangkan nafsu (zina hati) adalah berkeinginan dan berangan-angan, dan kemaluanlah yang membenarkan atau mengingkarinya” (HR. Al Bukhari 6243).
Oleh sebab itu dari dalil diatas kita bisa menjadikan pelajaran untuk tidak melakukan itu dan jika sudah melakukan itu dalam arti pacaran maka katakan putus terhadapnya, serta dengan penjelasan di atas tentunya wawasan kita mulai terbuka tentang aktivitas yang dilakukan oleh remaja- remaja sekarang bahkan orang dewasa juga salah.
Sebelum mengakhiri saya ingin memberikan pesan mari kita sama- sama untuk belajar meminimalisir kesalahan untuk menjadikan kita baik dalam hal ini yang sudah terlanjur pacaran dan belum menikah karena dengan alasan belum siap baik dari segi lahir batin maka katakanlah dia dengan baik baik bahwa "Karena manusia itu tempat khilaf dan salah maka hari ini berjanjilah untuk merubah itu semua dengan hubungan ini kita cukupkan sampai disini serta katakanlah Allah itu tau hal yang terbaik buat hambanya. Jika kita jodoh maka pasti itu semua akan di satukan. Haqul yakin
Begitu juga untuk para wanita jangan pernah mau jika di ajak untuk pacaran,Apalagi sampai ia mau bawah kamu di tempat-tempat yg sepi jauh dari orang ke-tiga . Kamu jangan pernah tolak ia kalau di ajak pacaran setelah menikah. Karena itu lebih indah dari pada apa yg kita katakan indah itu sendiri. Kita sudah melihat romantis nya orang -orang yg pacaran setelah menikah, betapa bahagianya orang pacaran setelah menikah, malu-malu setelah menikah karena tidak saling mengenal dari awal bukankah itu hal yang sangat luar biasa, engkau sudah berusaha untuk menjaga dirimu sebagai wanita, menjaga nilai dan eksistensi sebagai seorang wanita di alam semesta dan laki-laki Juga telah menghargai diri seorang wanita dengan tidak di ajak pacaran seperti zaman sekarang.
Betapa beruntungnya engkau jika pacaran setelah menikah!! Ku ucapkan sangat luar biasa.
Demikian tulian ini lebih dan kurangnya mohon di maafkan. semoga kita semua di ampuni Allah swt atas apa yang sudah kita lakukan baik itu di sengaja maupun tidak di sengaja. Allahu aamiin
semoga bermanfaat!!
Comments
Post a Comment